barzakh 3 kali (23:100, 25:53, 55:20). Di dua ayat dua laut (25:53, 55:20) diterjemahkan "pembatas"; di 23:100 (antara mati dan hari dibangkitkan) dibiarkan "barzakh". Tak satu pun dari ketiganya menyebut rupa atau bahannya, jadi jangan "dinding"/"tembok". Pemisah dua laut punya tiga sebutan: barzakh (25:53, 55:20), hijran mahjuuran "penghalang yang tak tertembus" (25:53), haajizan "pemisah" (27:61, satu-satunya kemunculan bentuk itu). 25:53 memakai ja'ala (Dia jadikan); 55:20 tanpa kata kerja.