Akar d-y-n dibakukan ke "pertanggungjawaban" di seluruh corpus, bukan "ketaatan", bukan "agama", untuk sense intinya (sistem nilai yang seseorang pertanggungjawabkan kepada Allah), dibedakan dari terjemahan populer "ketaatan/pengabdian" atau "agama".

Bukti tekstual: frasa "مُخْلِصًا/مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ" (memurnikan diin bagi-Nya) muncul identik di banyak ayat berbeda (29:65, 31:32, 39:2, 39:11, 40:14, 40:65), bentuk Arab yang sama menuntut terjemahan yang sama di semuanya, tanpa pengecualian per surah. Argumen pengecualian tematik untuk satu kelompok surah runtuh persis karena alasan ini: frasa yang identik tak bisa berarti berbeda hanya karena tema surah tempatnya berada.

Sense lain dari akar yang sama, di luar cakupan aturan ini, sengaja tidak disentuh.

  • Idiom "yawm ad-diin" (hari pembalasan/penghakiman) adalah idiom eskatologis terpisah, diterjemahkan "hari pembalasan", bukan "hari pertanggungjawaban". Dicatat eksplisit di penjelasan ayat-ayat terkait agar tak tertukar.
  • Bentuk pasif "madiinuuna" ("akan dibalas/diadili") satu keluarga idiom eskatologis dengan yawm ad-diin, bukan sense "pertanggungjawaban atas diri sendiri" yang dibahas di atas.