"i'tadaw" (2:65, 2:194, hanya 2 tempat) =, bukan "berbuat jahat" atau "keterlaluan". Kata ini menunjuk GARIS, bukan DERAJAT: yang dipersoalkan bukan seberapa besar perbuatannya, melainkan bahwa ada batas yang diberikan lalu dilangkahi. Di 2:65 batas itu disebut eksplisit ("fi s-sabti"), jadi terjemahan berkadar ("keterlaluan") menutupi justru bagian yang membuat ayatnya bisa dipahami. 2:194 belum digarap, saat digarap, seragamkan dengan ini; di sana batasnya adalah balasan yang setara, sehingga polanya sama (ada garis, lalu dilangkahi) meski isinya berbeda.