3 kemunculan di 3 surah: 2:65, 7:166, 67:4. Terjemahan, bukan "hina" atau "terkutuk". Buktinya 67:4, satu-satunya pemakaian di luar konteks sabat: di sana pandangan mata yang dipaksa mencari cacat pada ciptaan kembali "khaasi'an wa huwa hasiir", pandangan itu tidak dipermalukan, ia DIPULANGKAN tanpa membawa apa pun, letih. Sense-nya gerak balik yang gagal, bukan status sosial rendah. Karena itu di 2:65 "qiradatan khaasi'iina" tidak boleh dibaca sebagai label penghinaan. 7:166 belum digarap, saat digarap WAJIB memakai keputusan ini, dan perhatikan bahwa 7:166 memakai frasa yang hampir identik dengan 2:65 namun didahului "fa-lammaa 'ataw 'an maa nuhuu 'anhu". Catatan terkait: "qiradatan" muncul 3 kali (2:65, 5:60, 7:166); 5:60 menyebutnya dalam daftar berbeda ("al-qiradata wa-l-khanaaziira") dan JANGAN dicampur sebagai kejadian yang sama tanpa dasar teks.