maqaam dipakai di 14 ayat, dari akar berdiri: tempat seseorang berdiri atau kedudukannya (2:125 maqaami ibraahiima, 44:51 fii maqaamin amiinin, 10:71 maqaamii). Susunan khaafa maqaama rabbihi "takut akan kedudukan Tuhannya" dipakai di 55:46 dan 79:40; 14:14 memakai maqaamii "kedudukan-Ku". Terjemahan tetap "kedudukan" di ketiganya, karena kata itu mencakup tempat dan martabat sekaligus.