Terjemahan tetap "rabi" (tak diubah, konsisten 5:44=5:63), TAPI penjelasan WAJIB menyebut akar katanya sama dengan "Tuhan" (rabb) + akhiran penguat makna, bukan sekadar gelar jabatan, melainkan "orang berpengetahuan khusus tentang Tuhan/penyembah Tuhan". Di 3:79 kata sama muncul sbg perintah positif ("kuunuu rabbaaniyyiina", jadilah kalian), beda fungsi gramatikal (sebutan perintah vs nomina golongan) dari 5:44/5:63 justru membenarkan 2 terjemahan yg beda ("rabbani" di 3:79 vs "rabi" di 5:44/63), BUKAN inkonsistensi yg perlu diseragamkan paksa. (5:44 saat ini masih versi lama, belum menyebut akar "Tuhan"-nya).