"tawallaytum" (bentuk V, 8 kemunculan di 7 surah: 2:64, 2:83, 5:92, 9:3, 10:72, 47:22, 48:16, 64:12, Surah 2 memuatnya dua kali) diterjemahkan, jangan "menyangkal" atau "mengingkari". Bedanya bukan halus: akar w-l-y soal ARAH BADAN (memutar punggung dari sesuatu yang sudah diterima), sementara menyangkal soal ISI PENGAKUAN. Di 2:64 seluruh beban ayat justru ada pada urutannya, perjanjian sudah diambil, baru sesudah itu punggung diputar; kalau diterjemahkan "menyangkal", momen penerimaannya hilang dan ayat berubah jadi soal keyakinan, bukan soal sikap. Pasangan bakunya: 2:83 memakai bentuk yang sama dengan pengecualian "illaa qaliilan minkum", kalau salah satu dari 6 ayat sisanya digarap, periksa dulu apakah pengecualian serupa hadir.