Bila keduanya berpasangan dalam satu ayat, dhalla (lawan hudaa) = "sesat" dan ghawaa (lawan rusyd, 2:256, 7:146) = "keliru". Kata per kata ghawaa 53:2 dikoreksi dari "sesat". Di ayat tanpa dhalla, terjemahan ghawaa mengikuti konteks ("khilaf" 20:121, "sesat" 28:63) dan belum diseragamkan.