wajh diterjemahkan "wajah" di semua ayat yang memakainya sebagai kata benda, termasuk wajah Allah dan ungkapan aslama wajhahu "menyerahkan wajahnya". akar w-j-h dipakai di 71 ayat. Pembagiannya.

Arti per kata "wajah-Nya" hanya dipakai untuk Allah; wajah manusia "wajahnya". aslama tanpa objek wajh tetap "berserah diri". Uraian panjangnya ada di Catatan Penerjemah "Wajah yang Lebih dari Muka".