wajh diterjemahkan "wajah" di semua ayat yang memakainya sebagai kata benda, termasuk wajah Allah dan ungkapan aslama wajhahu "menyerahkan wajahnya". akar w-j-h dipakai di 71 ayat. Pembagiannya.
- Wajah Allah (11 ayat): dicari atau dikehendaki di 2:272, 6:52, 13:22, 18:28, 30:38, 30:39, 76:9, 92:20; ada di mana pun orang menghadap di 2:115; tetap ada sesudah segala sesuatu binasa di 28:88 dan 55:27.
- Menyerahkan atau menghadapkan wajah, yaitu mengarahkan seluruh diri (13 ayat): aslama wajhahu di 2:112, 3:20, 4:125, 31:22; menghadapkan wajah di 2:144, 2:149, 2:150, 2:177, 6:79, 7:29, 10:105, 30:30, 30:43.
- Arah dan menghadap (3 ayat): wijhah "arah" di 2:148, yuwajjihhu "diarahkan" di 16:76, tawajjaha "menghadap" di 28:22.
- Kedudukan dan perhatian (3 ayat): wajiih "terpandang" untuk Isa di 3:45 dan untuk Musa di 33:69; "wajah ayah kalian", yaitu perhatiannya, di 12:9.
- Wajah pada hari akhir, mewakili orang itu sendiri (24 ayat): 3:106, 3:107, 10:26, 10:27, 14:50, 17:97, 18:29, 20:111, 21:39, 23:104, 25:34, 27:90, 33:66, 39:24, 39:60, 54:48, 67:27, 75:22, 75:24, 80:38, 80:40, 83:24, 88:2, 88:8.
- Wajah yang memperlihatkan keadaan batin (6 ayat): 16:58 dan 43:17 (menghitam menahan sedih dan amarah), 22:72 (keingkaran tampak), 48:29 (tanda sujud), 51:29 (ditepuk karena terkejut), 17:7 (disuramkan).
- Seluruh tubuh bergerak dengan wajah di depan (2 ayat): 22:11 berbalik atas wajahnya, 67:22 berjalan tertelungkup atas wajahnya.
- Wajah sebagai bagian tubuh (7 ayat): 5:6 (dibasuh saat wudu), 4:43 (diusap saat tayamum), 12:93 dan 12:96 (baju diletakkan di wajah Ya'qub), 8:50 dan 47:27 (dipukul bersama punggung), 4:47 (dihapus lalu diputar ke belakang).
- Ungkapan (2 ayat): 3:72 wajha n-nahaar "awal siang", 5:108 'alaa wajhihaa "yang sebenarnya". Keduanya diterjemahkan menurut maknanya.
Arti per kata "wajah-Nya" hanya dipakai untuk Allah; wajah manusia "wajahnya". aslama tanpa objek wajh tetap "berserah diri". Uraian panjangnya ada di Catatan Penerjemah "Wajah yang Lebih dari Muka".