(3:104, 3:110, 3:114, 7:157, 9:71, 9:112, 22:41, 31:17), "menyuruh kepada makruf dan melarang dari mungkar" dijadikan Al-Qur'an sendiri sebagai ciri orang beruntung/umat terbaik. Kalau akar n-h-y muncul dipasangkan dengan kegagalan mencegah keburukan (seperti 5:63), sitir formula ini sebagai pembanding: bukan pelanggaran kewajiban biasa, melainkan kewajiban yang di tempat lain jadi penentu keberuntungan.