**RESOLVED, kebijakan korpus-luas lama.** "zakat" = kesucian (dari akar yg sama), diberikan sbg pembersihan — BUKAN transaksi finansial. - ✅ "memberikan zakat" — baku di seluruh terjemahan FDI - ❌ "menunaikan zakat" — "tunai" memicu misasosiasi uang semata - ❌ "membayar zakat" — memperkuat kerangka transaksional
RESOLVED, hapax-langka (3 kemunculan total: 3:79, 5:44, 5:63). Terjemahan tetap “rabi” (tak diubah, konsisten 5:44=5:63), TAPI penjelasan WAJIB menyebut akar katanya sama dengan “Tuhan” (rabb) + akhiran penguat makna — bukan sekadar gelar jabatan, melainkan “orang berpengetahuan khusus tentang Tuhan/penyembah Tuhan”. Di 3:79 kata sama muncul sbg perintah positif (“kuunuu rabbaaniyyiina”, jadilah kalian [demikian]) — beda fungsi gramatikal (predikat perintah vs nomina golongan) dari 5:44/5:63 justru membenarkan 2 rendering yg beda (“rabbani” di 3:79 vs “rabi” di 5:44/63), BUKAN inkonsistensi yg perlu diseragamkan paksa. ⚠️ Kalau nanti menulis ulang 5:44, WAJIB pakai penjelasan etimologi yang sama (5:44 saat ini masih versi lama, belum menyebut akar “Tuhan”-nya).