وَإِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِمَّا نَزَّلْنَا عَلَىٰ عَبْدِنَا فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِنْ مِثْلِهِ وَادْعُوا شُهَدَاءَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ
Dan jika kalian ragu atas apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami, maka datangkanlah satu surah seperti itu, dan panggillah saksi-saksi kalian selain Allah, jika kalian benar.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَإِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِمَّا نَزَّلْنَا عَلَىٰ عَبْدِنَا فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِنْ مِثْلِهِ وَادْعُوا شُهَدَاءَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَwa-in kuntum fii raybin mimmaa nazzalnaa 'alaa 'abdinaa fa-tuu bi-suuratin min mitslihi wa-d'uu syuhadaa'akum min duuni llaahi in kuntum shaadiqiinadan jika kalian ragu atas apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami, maka datangkanlah satu surah seperti itu, dan panggillah saksi-saksi kalian selain Allah, jika kalian benar
Terjemahan per kata (20 kata)
- وَإِنْwa-indan jika
- كُنْتُمْkuntumkalian adalah
- فِيfiidi
- رَيْبٍraybinkeraguan
- مِمَّاmimmaadari apa yang
- نَزَّلْنَاnazzalnaaKami turunkan
- عَلَىٰ'alaaatas
- عَبْدِنَا'abdinaahamba Kami
- فَأْتُواfa-tuumaka datangkanlah
- بِسُورَةٍbi-suuratindengan satu surah
- مِنْmindari
- مِثْلِهِmitslihisemisalnya
- وَادْعُواwa-d'uudan panggillah
- شُهَدَاءَكُمْsyuhadaa'akumsaksi-saksi kalian
- مِنْmindari
- دُونِduuniselain
- اللَّهِllaahiAllah
- إِنْinjika
- كُنْتُمْkuntumkalian adalah
- صَادِقِينَshaadiqiinaorang-orang yang benar
Inti bacaan
Tantangan 'datangkan sebuah surah seperti itu' adalah undangan terbuka untuk verifikasi, bukan tuntutan kepercayaan buta, konsisten dengan haatuu burhaanakum ('tunjukkan buktimu') yang menjadi prinsip metodologis seluruh proyek terjemahan ini. Konkretnya: keyakinan yang sehat selalu terbuka pada uji-tanding yang jujur, bukan defensif terhadap pertanyaan.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini berisi tantangan, dan cara tantangan itu disusun layak diperhatikan baik-baik.
Pembukanya memakai kata "keraguan" (رَيْبٍ, raybin) dari akar yang sama persis dengan kata yang dipakai di 2:2, ketika Kitab ini disebut "tidak ada keraguan padanya". Di sana keadaan tanpa keraguan dinyatakan; di sini, bagi yang tetap ragu, disediakan cara mengujinya. Pernyataan dan cara memeriksanya diletakkan dalam satu surah yang sama.
Tantangannya sendiri diturunkan ke tingkat yang paling ringan: "datangkanlah satu surah seperti itu" (فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِنْ مِثْلِهِ, fa-tuu bi-suuratin min mitslihi). Di tempat lain tantangan yang sama disebut dengan takaran yang lebih besar: sepuluh surah (11:13), bahkan seluruhnya dengan seluruh manusia dan jin berkumpul (17:88). Yang diminta di sini adalah takaran yang paling kecil dari semuanya. Rangkaian kalimat ini hanya muncul satu kali di seluruh Al-Qur'an.
Yang ditantang bahkan dipersilakan mengerahkan bantuan: "panggillah saksi-saksi kalian selain Allah" (وَادْعُوا شُهَدَاءَكُمْ, wa-d'uu syuhadaa'akum), rangkaian yang juga hanya muncul sekali. Tantangan ini tidak menuntut lawan berdiri sendirian; ia justru menganjurkan mereka mengumpulkan siapa pun yang bisa membantu.
Penutupnya, "jika kalian benar" (إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ, in kuntum shaadiqiina), muncul dua puluh delapan kali di seluruh Al-Qur'an, hampir selalu sebagai penutup tuntutan agar sebuah klaim dibuktikan. Bentuk lain dari tuntutan yang sama berbunyi "kemukakanlah dalil kalian", yang muncul empat kali (2:111, 21:24, 27:64, 28:75).
Yang menerima wahyu disebut "hamba Kami" (عَبْدِنَا, 'abdinaa), memakai akar yang sama dengan seruan "mengabdilah" di 2:21 dan ikrar "hanya kepada-Mu kami mengabdi" di 1:5.
Dua rangkaian di ayat ini tak terulang. Yang pertama bentuk tantangannya, “satu surah seperti itu” (بِسُورَةٍ مِنْ مِثْلِهِ, bi-suuratin min mitslihi). Yang kedua sebutan bagi pembantu yang boleh dipanggil, “saksi-saksi kalian” (شُهَدَاءَكُمْ, syuhadaa'akum). Keduanya hanya sekali muncul di seluruh Al-Qur'an, dan keduanya berada di ayat ini.
Kata tambahan pada rumusan tantangannya membedakannya dari dua tantangan sejenis di tempat lain. Di sini yang diminta satu surah dari yang semisalnya; di 10:38 satu surah semisalnya; di 11:13 sepuluh surah semisalnya yang dibuat-buat. Tiga rumusan yang berbeda, masing-masing hanya sekali dipakai, dan ketiganya menjawab tuduhan yang sama.
Sebutan bagi pembantunya pun tidak biasa. Yang boleh dipanggil disebut saksi, bukan penolong atau ahli. Kata itu menyiratkan bahwa yang diminta bukan sekadar bantuan menyusun, melainkan kehadiran pihak yang kelak bisa membenarkan hasilnya. Tantangan yang mempersilakan penuduhnya membawa saksinya sendiri menutup keberatan bahwa penilaiannya akan berat sebelah.
Syarat pembukanya pun perlu diperhatikan. Tantangan ini tidak ditujukan kepada yang menolak, melainkan kepada yang ragu. Kata itu menandai keadaan yang belum memutuskan, dan kepada keadaan seperti itulah tawaran pemeriksaan diberikan. Yang ditawarkan bukan alat untuk memenangkan perdebatan, melainkan jalan keluar bagi orang yang sedang bimbang.
Tafsiran
Yang paling mencolok dari ayat ini bukan isi tantangannya, melainkan bahwa tantangan itu ada sama sekali. Sebuah pernyataan yang meminta diterima biasanya disertai alasan untuk percaya. Ayat ini melakukan sebaliknya: ia menyediakan cara untuk membuktikan bahwa pernyataan itu keliru. Klaim yang disertai petunjuk cara menggugurkannya berdiri di atas dasar yang berbeda daripada klaim yang hanya meminta diterima.
Dan takarannya diturunkan sampai ke tingkat yang paling kecil. Di tempat lain tantangan yang sama disebut dengan ukuran yang jauh lebih besar; di sini cukup satu surah, dan surah yang terpendek dalam Al-Qur'an hanya terdiri dari tiga ayat. Menurunkan takaran tantangan bukan tanda melemahnya klaim, melainkan sebaliknya: yang yakin pada pendiriannya justru berani memperkecil syarat pembuktiannya.
Yang ditantang pun tidak dibiarkan sendirian. Mereka dipersilakan memanggil siapa pun yang bisa membantu. Sebuah tantangan yang menawarkan bantuan kepada lawannya menyatakan sesuatu tentang keyakinan yang menantang, dan sekaligus menutup satu alasan yang biasa dipakai untuk menghindar: bahwa kesempatannya tidak adil.
Penutupnya menghubungkan seluruh tantangan itu dengan kejujuran, bukan dengan kemampuan. "Jika kalian benar" berarti tantangan ini sebenarnya bukan tentang siapa yang lebih pandai menyusun kalimat, melainkan tentang apakah keraguan yang diucapkan itu keraguan yang sungguh-sungguh, atau hanya penolakan yang mencari bentuk. Yang benar-benar ragu akan mencoba; yang hanya menolak akan mencari alasan untuk tidak mencoba.
Renungan dan Hikmah
- Sebuah pernyataan yang meminta diterima biasanya disertai alasan untuk percaya. Ayat ini melakukan sebaliknya: ia menyediakan cara untuk membuktikan bahwa pernyataan itu keliru. Klaim yang disertai petunjuk cara menggugurkannya berdiri di atas dasar yang sama sekali berbeda daripada klaim yang hanya meminta diterima tanpa diperiksa.
- Di tempat lain tantangan yang sama disebut dengan ukuran yang jauh lebih besar: sepuluh surah, bahkan seluruhnya dengan bantuan semua yang ada. Di sini cukup satu surah, dan surah terpendek dalam Al-Qur'an hanya tiga ayat. Memperkecil syarat pembuktian bukan tanda melemahnya sebuah klaim; justru yang paling yakin pada pendiriannya yang paling berani memperkecil syaratnya.
- Yang ditantang tidak dibiarkan sendirian; mereka dipersilakan memanggil siapa pun yang bisa membantu. Sebuah tantangan yang menawarkan bantuan kepada lawannya menyatakan sesuatu tentang keyakinan yang menantang, dan sekaligus menutup alasan yang paling sering dipakai untuk menghindar: bahwa kesempatannya tidak adil sejak awal. Kata untuk saksi-saksi mereka (شُهَدَاءَكُمْ) muncul satu kali saja di seluruh Al-Qur'an. Bentuknya memakai kata ganti kepemilikan, jadi yang dipersilakan datang bukan saksi mana saja melainkan saksi mereka sendiri, orang-orang yang memang berpihak kepada mereka. Sebuah tantangan yang mengizinkan lawan membawa timnya sendiri sedang mengatakan sesuatu tentang seberapa yakin yang menantang.
- Penutupnya menghubungkan tantangan ini dengan kejujuran, bukan dengan kemampuan. Yang dipersoalkan bukan siapa yang lebih pandai menyusun kalimat, melainkan apakah keraguan yang diucapkan itu sungguh-sungguh atau hanya penolakan yang mencari bentuk. Yang benar-benar ragu akan mencoba; yang hanya menolak akan mencari alasan untuk tidak mencoba. Bagaimana membedakan keraguan yang jujur dari keraguan yang cuma dipakai sebagai alasan? Ayat ini menawarkan satu ukuran yang sederhana: orang yang benar-benar ragu akan memeriksa, dan pemeriksaannya sudah disediakan di sini, lengkap dengan izin membawa bantuan. Keraguan yang menolak memeriksa padahal caranya tersedia bukan lagi keraguan; ia sudah menjadi keputusan yang memakai nama keraguan.
- Di awal surah, Kitab ini dinyatakan tanpa keraguan. Dua puluh ayat kemudian, bagi yang tetap ragu, disediakan cara mengujinya. Pernyataan dan cara memeriksanya diletakkan dalam satu surah yang sama, dengan kata dari akar yang sama pula. Sesuatu yang berani menyatakan diri tanpa keraguan sekaligus menyediakan alat untuk meragukannya.
- Yang menerima wahyu tidak disebut dengan gelar kehormatan, melainkan "hamba Kami", memakai akar yang sama dengan seruan mengabdi beberapa ayat sebelumnya. Yang membawa pesan disebut dengan kata yang sama seperti yang diminta dari para pendengarnya. Tidak ada kedudukan istimewa yang memisahkan pembawa pesan dari yang menerimanya. Sebutan itu (عَبْدِنَا) muncul di dua ayat, di sini dan di 8:41. Dua-duanya berbicara tentang sesuatu yang diturunkan kepadanya, sekali berupa Kitab yang ditantangkan di sini, sekali berupa keterangan pada hari pembeda di 8:41. Jadi dua kali sebutan ini dipakai, dan dua kali pula ia dipasang tepat di tempat wahyu sedang dibicarakan. Yang ditonjolkan bukan kelebihan penerimanya melainkan kedudukannya sebagai yang menerima.