وَإِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِمَّا نَزَّلْنَا عَلَىٰ عَبْدِنَا فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِنْ مِثْلِهِ وَادْعُوا شُهَدَاءَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ

Dan jika kalian ragu atas apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami, maka datangkanlah satu surah seperti itu, dan panggillah saksi-saksi kalian selain Allah, jika kalian benar.

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. وَإِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِمَّا نَزَّلْنَا عَلَىٰ عَبْدِنَا فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِنْ مِثْلِهِ وَادْعُوا شُهَدَاءَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَwa-in kuntum fii raybin mimmaa nazzalnaa alaa abdinaa fa-tuu bi-suuratin min mitslihi wa-d'uu shuhadaa'akum min duuni llaahi in kuntum saadiqiinadan jika kalian ragu atas apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami, maka datangkanlah satu surah seperti itu, dan panggillah saksi-saksi kalian selain Allah, jika kalian benar
Penjelasan pilihan kata

Ayat ini berisi tantangan, dan cara tantangan itu disusun layak diperhatikan baik-baik.

Pembukanya memakai kata "keraguan" (رَيْبٍ, raybin) dari akar yang sama persis dengan kata yang dipakai di 2:2, ketika Kitab ini disebut "tidak ada keraguan padanya". Di sana keadaan tanpa keraguan dinyatakan; di sini, bagi yang tetap ragu, disediakan cara mengujinya. Pernyataan dan cara memeriksanya diletakkan dalam satu surah yang sama.

Tantangannya sendiri diturunkan ke tingkat yang paling ringan: "datangkanlah satu surah seperti itu" (فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِنْ مِثْلِهِ, fa-tuu bi-suuratin min mitslihi). Di tempat lain tantangan yang sama disebut dengan takaran yang lebih besar: sepuluh surah (11:13), bahkan seluruhnya dengan seluruh manusia dan jin berkumpul (17:88). Yang diminta di sini adalah takaran yang paling kecil dari semuanya. Rangkaian kalimat ini hanya muncul satu kali di seluruh Al-Qur'an.

Yang ditantang bahkan dipersilakan mengerahkan bantuan: "panggillah saksi-saksi kalian selain Allah" (وَادْعُوا شُهَدَاءَكُمْ, wa-d'uu shuhadaa'akum), rangkaian yang juga hanya muncul sekali. Tantangan ini tidak menuntut lawan berdiri sendirian; ia justru menganjurkan mereka mengumpulkan siapa pun yang bisa membantu.

Penutupnya, "jika kalian benar" (إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ, in kuntum saadiqiina), muncul dua puluh delapan kali di seluruh Al-Qur'an, hampir selalu sebagai penutup tuntutan agar sebuah klaim dibuktikan. Bentuk lain dari tuntutan yang sama berbunyi "kemukakanlah dalil kalian", yang muncul empat kali (2:111, 21:24, 27:64, 28:75).

Yang menerima wahyu disebut "hamba Kami" (عَبْدِنَا, abdinaa), memakai akar yang sama dengan seruan "mengabdilah" di 2:21 dan ikrar "hanya kepada-Mu kami mengabdi" di 1:5.

Tafsiran

Yang paling mencolok dari ayat ini bukan isi tantangannya, melainkan bahwa tantangan itu ada sama sekali. Sebuah pernyataan yang meminta diterima biasanya disertai alasan untuk percaya. Ayat ini melakukan sebaliknya: ia menyediakan cara untuk membuktikan bahwa pernyataan itu keliru. Klaim yang disertai petunjuk cara menggugurkannya berdiri di atas dasar yang berbeda daripada klaim yang hanya meminta diterima.

Dan takarannya diturunkan sampai ke tingkat yang paling kecil. Di tempat lain tantangan yang sama disebut dengan ukuran yang jauh lebih besar; di sini cukup satu surah, dan surah yang terpendek dalam Al-Qur'an hanya terdiri dari tiga ayat. Menurunkan takaran tantangan bukan tanda melemahnya klaim, melainkan sebaliknya: yang yakin pada pendiriannya justru berani memperkecil syarat pembuktiannya.

Yang ditantang pun tidak dibiarkan sendirian. Mereka dipersilakan memanggil siapa pun yang bisa membantu. Sebuah tantangan yang menawarkan bantuan kepada lawannya menyatakan sesuatu tentang keyakinan yang menantang, dan sekaligus menutup satu alasan yang biasa dipakai untuk menghindar: bahwa kesempatannya tidak adil.

Penutupnya menghubungkan seluruh tantangan itu dengan kejujuran, bukan dengan kemampuan. "Jika kalian benar" berarti tantangan ini sebenarnya bukan tentang siapa yang lebih pandai menyusun kalimat, melainkan tentang apakah keraguan yang diucapkan itu keraguan yang sungguh-sungguh, atau hanya penolakan yang mencari bentuk. Yang benar-benar ragu akan mencoba; yang hanya menolak akan mencari alasan untuk tidak mencoba.

Implikasi (Renungan dan Hikmah, 6)
  • Sebuah pernyataan yang meminta diterima biasanya disertai alasan untuk percaya. Ayat ini melakukan sebaliknya: ia menyediakan cara untuk membuktikan bahwa pernyataan itu keliru. Klaim yang disertai petunjuk cara menggugurkannya berdiri di atas dasar yang sama sekali berbeda daripada klaim yang hanya meminta diterima tanpa diperiksa.
  • Di tempat lain tantangan yang sama disebut dengan ukuran yang jauh lebih besar: sepuluh surah, bahkan seluruhnya dengan bantuan semua yang ada. Di sini cukup satu surah, dan surah terpendek dalam Al-Qur'an hanya tiga ayat. Memperkecil syarat pembuktian bukan tanda melemahnya sebuah klaim; justru yang paling yakin pada pendiriannya yang paling berani memperkecil syaratnya.
  • Yang ditantang tidak dibiarkan sendirian; mereka dipersilakan memanggil siapa pun yang bisa membantu. Sebuah tantangan yang menawarkan bantuan kepada lawannya menyatakan sesuatu tentang keyakinan yang menantang, dan sekaligus menutup alasan yang paling sering dipakai untuk menghindar: bahwa kesempatannya tidak adil sejak awal.
  • Penutupnya menghubungkan tantangan ini dengan kejujuran, bukan dengan kemampuan. Yang dipersoalkan bukan siapa yang lebih pandai menyusun kalimat, melainkan apakah keraguan yang diucapkan itu sungguh-sungguh atau hanya penolakan yang mencari bentuk. Yang benar-benar ragu akan mencoba; yang hanya menolak akan mencari alasan untuk tidak mencoba.
  • Di awal surah, Kitab ini dinyatakan tanpa keraguan. Dua puluh ayat kemudian, bagi yang tetap ragu, disediakan cara mengujinya. Pernyataan dan cara memeriksanya diletakkan dalam satu surah yang sama, dengan kata dari akar yang sama pula. Sesuatu yang berani menyatakan diri tanpa keraguan sekaligus menyediakan alat untuk meragukannya.
  • Yang menerima wahyu tidak disebut dengan gelar kehormatan, melainkan "hamba Kami", memakai akar yang sama dengan seruan mengabdi beberapa ayat sebelumnya. Yang membawa pesan disebut dengan kata yang sama seperti yang diminta dari para pendengarnya. Tidak ada kedudukan istimewa yang memisahkan pembawa pesan dari yang menerimanya.