فَأَزَلَّهُمَا الشَّيْطَانُ عَنْهَا فَأَخْرَجَهُمَا مِمَّا كَانَا فِيهِ ۖ وَقُلْنَا اهْبِطُوا بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ ۖ وَلَكُمْ فِي الْأَرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَمَتَاعٌ إِلَىٰ حِينٍ

Maka setan menggelincirkan keduanya darinya, lalu mengeluarkan keduanya dari tempat mereka berada. Dan Kami berfirman, “Turunlah kalian, sebagian kalian menjadi musuh bagi sebagian yang lain, dan bagi kalian di bumi ada tempat tinggal dan kesenangan sampai waktu tertentu.”

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. فَأَزَلَّهُمَا الشَّيْطَانُ عَنْهَا فَأَخْرَجَهُمَا مِمَّا كَانَا فِيهِfa-azallahumaa sh-shaytaanu anhaa fa-akhrajahumaa mimmaa kaanaa fiihimaka setan menggelincirkan keduanya darinya, lalu mengeluarkan keduanya dari tempat mereka berada
  2. وَقُلْنَا اهْبِطُوا بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّwa-qulnaa hbituu ba'dukum li-ba'din aduwwundan Kami berfirman, turunlah kalian, sebagian kalian menjadi musuh bagi sebagian yang lain
  3. وَلَكُمْ فِي الْأَرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَمَتَاعٌ إِلَىٰ حِينٍwa-lakum fii l-ardi mustaqarrun wa-mataa'un ilaa hiinindan bagi kalian di bumi ada tempat tinggal dan kesenangan sampai waktu tertentu
Catatan pilihan kata (ringkas)

Lalu, setan menggelincirkan keduanya darinya sehingga keduanya dikeluarkan dari segala kenikmatan ketika keduanya ada di sana (surga). Kami berfirman, “Turunlah kamu! Sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain serta bagi kamu ada tempat tinggal dan kesenangan di bumi sampai waktu yang ditentukan.” But the satan caused them to fall therefrom, and turned them out of what they were in; and We said: “Get you all down, an enemy to one another; and for you in the earth are a dwelling-place and provision for a time.” Selaras penuh terjemahan lain/sebagian penerjemah dlm struktur & makna.

Aplikasi

Konsekuensi kejatuhan bukan hanya pengusiran, tapi permusuhan antar-sesama ('sebagian kalian musuh bagi sebagian yang lain'), menyiratkan bahwa satu pelanggaran bisa memecah hubungan sosial secara luas, bukan hanya menimpa pelaku. Konkretnya: kesalahan pribadi sering merembet menjadi konflik antar-orang yang sebelumnya rukun, sebuah alasan untuk berhati-hati bukan hanya demi diri sendiri, tapi demi keutuhan hubungan di sekitar.