فَتَلَقَّىٰ آدَمُ مِنْ رَبِّهِ كَلِمَاتٍ فَتَابَ عَلَيْهِ ۚ إِنَّهُ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
Kemudian, Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, lalu Dia pun menyambut tobatnya. Sesungguhnya Dialah Sang Penyambut Tobat lagi Sang Pengasih.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَتَلَقَّىٰ آدَمُ مِنْ رَبِّهِ كَلِمَاتٍ فَتَابَ عَلَيْهِfa-talaqqaa aadamu min rabbihi kalimaatin fa-taaba alayhikemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, lalu Dia pun menyambut tobatnya
- إِنَّهُ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُinnahu huwa t-tawwaabu r-rahiimusesungguhnya Dialah Sang Penyambut Tobat lagi Sang Pengasih
Catatan pilihan kata (ringkas)
terjemahan lain 'menerima tobat / Maha Penerima Tobat' = glos tafsir yang MEMBALIK AGENSI (Allah jadi penerima pasif, padahal taaba alaa = Dia BERGERAK kembali kepada hamba). Bukti internal: 9:118 'taaba alayhim LI-YATUuBUu', berpaling-Nya MENDAHULUI tobat hamba; terjemahan lain terpaksa menambal dgn tambahan 'tetap dalam'. Pembeda leksikal nyata: saat Qur'an bermaksud 'MENERIMA', ia memakai akar q-b-l (yaqbalu 9:104 & 42:25; qaabili t-tawb 40:3), terjemahan lain meratakan keduanya. terjemahan ini: 'menyambut tobat' (aktif-menuju); takrif diterjemahkan 'Sang Penyambut Tobat'. Rumus at-tawwaabu r-rahiim (takrif) di 2:37, 2:54, 2:128, 2:160, 9:104, 9:118 diterjemahkan 'Sang Penyambut Tobat lagi Sang Pengasih'; indefinit (4:16, 4:64, 24:10, 49:12, 110:3) diterjemahkan 'penyambut tobat'. 2:222 at-tawwaabiin = MANUSIA dgn lema yang sama diterjemahkan kesaling-kembalian; 9:117 taaba alaa NABI (yang tak berdosa di peristiwa itu) diterjemahkan menegaskan taaba alaa = berpaling-dgn-karunia, tak mensyaratkan dosa. Lih.. sebagian penerjemah: 'Then received Adam words from his Lord, and He1 turned towards him; He is the Accepting of Repentance, the Merciful.' Corpus: akar akar t-w-b di ayat ini.
Aplikasi
'Menyambut tobat' (bukan 'menerima tobat secara pasif') menunjukkan Allah bergerak AKTIF ke arah hamba yang kembali, pembalikan dari citra pasif-menunggu. Konkretnya: ini model bagi hubungan manusiawi juga: menyambut orang yang berusaha memperbaiki diri dengan gerak aktif (menjangkau, memberi kesempatan), bukan menunggu dingin sampai mereka 'membuktikan diri' sepenuhnya lebih dulu.