وَالَّذِينَ كَفَرُوا وَكَذَّبُوا بِآيَاتِنَا أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Dan orang-orang yang kufur dan mendustakan tanda-tanda Kami, mereka itulah penghuni api. Mereka kekal di dalamnya.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. وَالَّذِينَ كَفَرُوا وَكَذَّبُوا بِآيَاتِنَا أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِwa-lladziina kafaruu wa-kadzdzabuu bi-aayaatinaa ulaa'ika ashaabu n-naaridan orang-orang yang kufur dan mendustakan tanda-tanda Kami, mereka itulah penghuni api
  2. هُمْ فِيهَا خَالِدُونَhum fiihaa khaaliduunamereka kekal di dalamnya
Catatan pilihan kata (ringkas)

Akar akar a-y (aayah), 353 ayat / 382 kemunculan, SATU lema, tak ada dasar morfologis utk memecahnya. alaamah); 'verse of the Kur-án' cuma sense turunan KE-8, di-hedge Lane sendiri: ''. Bukti internal: satu kata menampung manusia (Isa 19:21), hewan (unta 7:73), benda (tongkat 7:106), bahasa & warna kulit (30:22), kisah (26:8), monumen (26:128), DAN satuan teks, hanya 'tanda' yang menampung semuanya. Keputusan Pak FD 16 Jul: 'tanda' TANPA pengecualian (diuji: 'tanda' tak mustahil bahkan di 2:252/10:1/24:1/41:3). tambahan terjemahan lain '(kebesaran)/(kekuasaan)' dibuang, TIDAK ADA di teks Arab. Lih. sebagian penerjemah: '“But those who ignore warning and deny Our proofs: those are the companions of the Fire; therein they abide eternally.”'

Aplikasi

Konsekuensi (kekal dalam neraka) dikaitkan dengan DUA tindakan sekaligus: mengingkari DAN mendustakan, penolakan aktif terhadap tanda-tanda, bukan sekadar ketidaktahuan pasif. Konkretnya: ayat ini menegaskan pentingnya membedakan antara belum-tahu (yang bisa dimaafkan) dan menolak-setelah-tahu (yang menanggung konsekuensi), sebuah pembeda penting saat menilai kesalahan diri sendiri maupun orang lain.