وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِ يَا قَوْمِ إِنَّكُمْ ظَلَمْتُمْ أَنْفُسَكُمْ بِاتِّخَاذِكُمُ الْعِجْلَ فَتُوبُوا إِلَىٰ بَارِئِكُمْ فَاقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ عِنْدَ بَارِئِكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ ۚ إِنَّهُ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

Ingatlah ketika Musa berkata kepada kaumnya, “Wahai kaumku, sesungguhnya kalian telah menzalimi diri kalian sendiri dengan mengambil anak sapi itu. Maka bertobatlah kepada Pencipta kalian, dan bunuhlah diri kalian sendiri. Yang demikian itu lebih baik bagi kalian di sisi Pencipta kalian.” Maka Dia menyambut tobat kalian. Sesungguhnya Dialah Sang Penyambut Tobat lagi Sang Pengasih.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِ يَا قَوْمِ إِنَّكُمْ ظَلَمْتُمْ أَنْفُسَكُمْ بِاتِّخَاذِكُمُ الْعِجْلَ فَتُوبُوا إِلَىٰ بَارِئِكُمْ فَاقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ عِنْدَ بَارِئِكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْwa-idz qaala muusaa li-qawmihi yaa qawmi innakum zhalamtum anfusakum bi-ttikhaadzikumu l-ijla fa-tuubuu ilaa baari'ikum fa-qtuluu anfusakum dzaalikum khayrun lakum inda baari'ikum fa-taaba alaykumingatlah ketika Musa berkata kepada kaumnya, wahai kaumku, sesungguhnya kalian telah menzalimi diri kalian sendiri dengan mengambil anak sapi itu, maka bertobatlah kepada Pencipta kalian, dan bunuhlah diri kalian sendiri, yang demikian itu lebih baik bagi kalian di sisi Pencipta kalian, maka Dia menyambut tobat kalian
  2. إِنَّهُ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُinnahu huwa t-tawwaabu r-rahiimusesungguhnya Dialah Sang Penyambut Tobat lagi Sang Pengasih
Catatan pilihan kata (ringkas)

terjemahan lain 'menerima tobat / Maha Penerima Tobat' = glos tafsir yang MEMBALIK AGENSI (Allah jadi penerima pasif, padahal taaba alaa = Dia BERGERAK kembali kepada hamba). Bukti internal: 9:118 'taaba alayhim LI-YATUuBUu', berpaling-Nya MENDAHULUI tobat hamba; terjemahan lain terpaksa menambal dgn tambahan 'tetap dalam'. Pembeda leksikal nyata: saat Qur'an bermaksud 'MENERIMA', ia memakai akar q-b-l (yaqbalu 9:104 & 42:25; qaabili t-tawb 40:3), terjemahan lain meratakan keduanya. terjemahan ini: 'menyambut tobat' (aktif-menuju); takrif diterjemahkan 'Sang Penyambut Tobat'. Rumus at-tawwaabu r-rahiim (takrif) di 2:37, 2:54, 2:128, 2:160, 9:104, 9:118 diterjemahkan 'Sang Penyambut Tobat lagi Sang Pengasih'; indefinit (4:16, 4:64, 24:10, 49:12, 110:3) diterjemahkan 'penyambut tobat'. 2:222 at-tawwaabiin = MANUSIA dgn lema yang sama diterjemahkan kesaling-kembalian; 9:117 taaba alaa NABI (yang tak berdosa di peristiwa itu) diterjemahkan menegaskan taaba alaa = berpaling-dgn-karunia, tak mensyaratkan dosa. Lih.. sebagian penerjemah: 'And when1 Moses said to his people: “O my people: you have wronged your souls by your taking up the calf. So turn to your Creator and kill yourselves;2 that is best for you in the sight of your Creator.” Then He turned towards you; He is the Accepting of Repentance, the Merciful.' Corpus: akar akar t-w-b di ayat ini.

Aplikasi

Perintah keras Musa ('bunuhlah diri kalian') dipahami mayoritas mufasir secara metaforis/simbolik (mendisiplinkan hawa nafsu), namun apa pun bacaannya, intinya jelas: pemulihan dari kesalahan besar (penyembahan berhala) menuntut tindakan tegas dan tidak nyaman, bukan penyesalan verbal semata. Konkretnya: memperbaiki kesalahan serius dalam hidup sering menuntut langkah yang terasa berat/menyakitkan (memutus kebiasaan, mengakui kesalahan di depan umum, mengganti pola hidup), bukan permintaan maaf ringan yang tak mengubah apa pun.