ثُمَّ بَعَثْنَاكُمْ مِنْ بَعْدِ مَوْتِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
Kemudian, Kami membangkitkan kalian setelah kematian kalian, agar kalian bersyukur.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- ثُمَّ بَعَثْنَاكُمْ مِنْ بَعْدِ مَوْتِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَtsumma ba'atsnaakum min ba'di mawtikum la'allakum tashkuruunakemudian Kami membangkitkan kalian setelah kematian kalian, agar kalian bersyukur
Catatan pilihan kata (ringkas)
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini murni (kamu diterjemahkan kalian per tag 2MP corpus; sufiks '-mu' jamak diterjemahkan 'kalian'), kata kunci syukur tak diubah (sisi-hamba sudah selaras). Konvensi shkr: manusia diterjemahkan 'bersyukur' (tanpa penanda intensitas; contoh serupa ghaffaar), Allah diterjemahkan 'mengganjar'/'pengganjar' (6 ayat, SEMUA indefinit diterjemahkan kecil tanpa 'Maha'), masykuur diterjemahkan 'diganjar'. Pembeda: 76:22 jazaa'≠mashkuur sesisian; 'menerima' milik akar q-b-l, 'menyambut' milik akar t-w-b; antonim kufr (76:3, 14:7, 27:40). Lih.. Antonim resmi kufr ('contr. of kufraan') = menutupi (nikmat).
Aplikasi
Kebangkitan disebut lagi dengan tujuan 'agar kalian bersyukur', pola berulang (lih. 2:52) yang menegaskan bahwa setiap pemulihan/kesempatan-baru dari Allah punya maksud transformasi respons, bukan sekadar peristiwa netral. Konkretnya: setiap kali mendapat 'kesempatan kedua' dalam hidup, sembuh dari sakit, lolos dari masalah besar, pertanyaan yang tepat bukan 'kenapa ini terjadi', tapi 'bagaimana aku merespons dengan syukur yang mengubah cara hidupku'.