فَبَدَّلَ الَّذِينَ ظَلَمُوا قَوْلًا غَيْرَ الَّذِي قِيلَ لَهُمْ فَأَنْزَلْنَا عَلَى الَّذِينَ ظَلَمُوا رِجْزًا مِنَ السَّمَاءِ بِمَا كَانُوا يَفْسُقُونَ

Lalu orang-orang yang zalim mengganti perkataan dengan yang lain dari yang dikatakan kepada mereka, maka Kami turunkan atas orang-orang yang zalim azab dari langit karena mereka berbuat fasik.

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. فَبَدَّلَ الَّذِينَ ظَلَمُوا قَوْلًا غَيْرَ الَّذِي قِيلَ لَهُمْ فَأَنْزَلْنَا عَلَى الَّذِينَ ظَلَمُوا رِجْزًا مِنَ السَّمَاءِ بِمَا كَانُوا يَفْسُقُونَfa-baddala lladziina zhalamuu qawlan ghayra lladzii qiila lahum fa-anzalnaa alaa lladziina zhalamuu rijzan mina s-samaa'i bimaa kaanuu yafsuquunalalu orang-orang yang zalim mengganti perkataan dengan yang lain dari yang dikatakan kepada mereka, maka Kami turunkan atas orang-orang yang zalim azab dari langit karena mereka berbuat fasik
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar b-d-l, zh-l-m, q-w-l, gh-y-r, n-z-l, r-j-z, s-m-w, k-w-n, f-s-q): baddala qawlan ghayra lladhii qiila diterjemahkan 'mengganti PERKATAAN dengan yang LAIN dari yang dikatakan'. terjemahan lain: 'mengganti PERINTAH dengan perintah lain'. terjemahan ini: objeknya *qawl* (perkataan); struktur 'X dgn yang lain dari X' = *ibdaal* (menaruh yang lain di tempatnya), putaran 103/S4-097. rijz diterjemahkan 'azab' (terjemahan lain 'malapetaka').

Aplikasi

Pelanggaran di sini bukan penolakan terang-terangan, tapi PENGGANTIAN diam-diam ('mengganti perkataan dengan yang lain dari yang dikatakan'), manipulasi halus terhadap instruksi yang jelas. Konkretnya: bentuk ketidaktaatan paling berbahaya sering bukan penolakan terbuka, melainkan 'menafsirkan ulang' perintah secara diam-diam demi kenyamanan sendiri, kewaspadaan dibutuhkan justru pada penyesuaian kecil yang tampak tak berbahaya.