إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَادُوا وَالنَّصَارَىٰ وَالصَّابِئِينَ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَعَمِلَ صَالِحًا فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, dan orang-orang Yahudi, dan orang-orang Nasrani, dan orang-orang Sabiin, siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir serta beramal saleh, maka bagi mereka pahala mereka di sisi Tuhan mereka, dan tidak ada ketakutan atas mereka, dan mereka tidak bersedih.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَادُوا وَالنَّصَارَىٰ وَالصَّابِئِينَinna lladziina aamanuu wa-lladziina haaduu wa-n-nashaaraa wa-sh-shaabi'iinasesungguhnya orang-orang yang beriman, dan orang-orang Yahudi, dan orang-orang Nasrani, dan orang-orang Sabiin
  2. مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَعَمِلَ صَالِحًاman aamana bi-llaahi wa-l-yawmi l-aakhiri wa-'amila shaalihansiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir serta beramal saleh
  3. فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَfa-lahum ajruhum 'inda rabbihim wa-laa khawfun 'alayhim wa-laa hum yahzanuunamaka bagi mereka pahala mereka di sisi Tuhan mereka, dan tidak ada ketakutan atas mereka, dan mereka tidak bersedih

Terjemahan per kata (24 kata)

  1. إِنَّinnasesungguhnya
  2. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  3. آمَنُواaamanuuberiman
  4. وَالَّذِينَwa-lladziinadan orang-orang yang
  5. هَادُواhaaduumenjadi Yahudi
  6. وَالنَّصَارَىٰwa-n-nashaaraadan orang-orang Nasrani
  7. وَالصَّابِئِينَwa-sh-shaabi'iinadan orang-orang Sabiin
  8. مَنْmanorang yang
  9. آمَنَaamanaberiman
  10. بِاللَّهِbi-llaahipada Allah
  11. وَالْيَوْمِwa-l-yawmidan hari
  12. الْآخِرِl-aakhiriakhir
  13. وَعَمِلَwa-'amiladan beramal
  14. صَالِحًاshaalihankebajikan
  15. فَلَهُمْfa-lahummaka bagi mereka
  16. أَجْرُهُمْajruhumpahala mereka
  17. عِنْدَ'indadi sisi
  18. رَبِّهِمْrabbihimTuhan mereka
  19. وَلَاwa-laadan tidak pula
  20. خَوْفٌkhawfunrasa takut
  21. عَلَيْهِمْ'alayhimatas mereka
  22. وَلَاwa-laadan tidak pula
  23. هُمْhummereka
  24. يَحْزَنُونَyahzanuunabersedih

Inti bacaan

Ayat ini eksplisit menyatakan bahwa keselamatan terbuka bagi siapa saja dari kelompok mana pun (beriman, Yahudi, Nasrani, Sabiin) yang memenuhi dua syarat: iman kepada Allah dan Hari Akhir, plus perbuatan saleh, bukan keanggotaan kelompok semata. Konkretnya: ayat ini menolak eksklusivisme identitas-kelompok sebagai jaminan otomatis, dan menegaskan bahwa iman tanpa perbuatan baik tidak cukup, dari kelompok mana pun seseorang berasal, sebuah standar ganda (iman + amal) yang berlaku universal.

Penjelasan pilihan kata

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman, dan orang-orang Yahudi, dan orang-orang Nasrani, dan orang-orang Sabiin", empat kelompok: yang beriman (muslim), Yahudi, Nasrani, Sabiin. Semuanya disebutkan, tidak ada yang dikecualikan.

"Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir serta berbuat kebajikan", tiga syarat universal: iman kepada Allah (vertikal), iman kepada hari akhir (eskatologis), dan amal saleh (horizontal). Syaratnya bukan masuk golongan tertentu, melainkan hubungan dengan Allah dan sesama. "Maka bagi mereka pahala di sisi Tuhan mereka, dan tidak ada rasa takut atas mereka, dan mereka tidak akan bersedih", kalimat penutup yang persis sama dengan 2:38 (janji untuk pengikut petunjuk). Dua ayat, janji yang sama, dipisahkan oleh 24 ayat tentang pembangkangan Bani Israil, seolah menegaskan: meskipun Bani Israil terus membangkang, pintu tetap terbuka. Dan terbuka untuk siapa saja.

"Ash-shaabi'iina" (الصَّابِئِينَ, ash-shaabi'iina), Sabiin, adalah nama yang disebut Al-Quran di dua tempat lain (5:69, 22:17) tanpa penjelasan lebih lanjut tentang siapa mereka secara detail. Nama ini disebut sejajar dengan tiga kelompok yang lebih dikenal, tanpa keterangan tambahan, sebagaimana adanya dalam teks.

Ayat ini punya kembaran yang sangat dekat di 5:69, dengan susunan kata yang hampir identik namun tidak sepenuhnya sama. Di sini, urutannya adalah Yahudi, Nasrani, Sabiin, sedangkan di 5:69 urutannya Yahudi, Sabiin, Nasrani. Lebih halus lagi, "Nasrani" dan "Sabiin" di ayat ini sama-sama berada dalam bentuk kasus yang sejajar dengan kelompok pertama, sedangkan di 5:69 keduanya berada dalam bentuk kasus yang berbeda. Dua ayat yang menyampaikan pesan yang sama persis, disusun dengan variasi kecil yang tidak mengubah maknanya sedikit pun.

Kalimat penutup, "tidak ada ketakutan atas mereka dan mereka tidak bersedih" (وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ, wa-laa khawfun 'alayhim wa-laa hum yahzanuuna), bukan formula yang eksklusif untuk ayat ini. Frasa yang sama persis menutup sejumlah ayat lain di seluruh Al-Quran (2:38, 2:112, 2:262, 2:274, 2:277, 3:170, 5:69, 6:48, 7:35, 10:62, 46:13), masing-masing ditujukan kepada kelompok yang memenuhi syarat serupa, mengikuti petunjuk, berinfak, bertakwa, atau beriman dengan sungguh-sungguh. Ini adalah formula janji yang berdiri sendiri dari identitas kelompok mana pun, disematkan pada siapa saja yang memenuhi syaratnya. Kata "man" (مَنْ), siapa, yang membuka bagian syarat ini adalah kata tanya yang bersifat terbuka, tidak membatasi jenis pelakunya. Bagian kalimat ini berfungsi sebagai saringan yang berlaku ke belakang, menyentuh keempat nama yang disebutkan sebelumnya tanpa terkecuali, bukan menempel pada satu nama saja lalu mengabaikan yang lain.

Tafsiran

Ayat ini adalah deklarasi universal di tengah narasi yang sangat partikular tentang Bani Israil. Setelah 23 ayat (2:40-61) yang khusus menceritakan sejarah dan pembangkangan mereka, tiba-tiba, cakrawala meluas: bukan hanya Bani Israil, bukan hanya pengikut Muhammad, tapi siapa pun yang beriman kepada Allah, hari akhir, dan berbuat baik. Ini adalah momen ketika Al-Quran menolak untuk mengklaim keselamatan sebagai monopoli satu kelompok. Perhatikan bahwa yang disebut sebagai syarat bukan keanggotaan dalam kelompok tertentu, melainkan tindakan, beriman kepada Allah, beriman kepada hari akhir, dan beramal saleh. Nama kelompok yang disebutkan di awal ayat berfungsi sebagai penunjuk siapa yang sedang dibicarakan, tetapi bagian "siapa yang beriman" adalah saringan yang berlaku sama untuk semua nama yang disebutkan sebelumnya, tidak melekat secara otomatis pada satu golongan saja dan bukan pada yang lain. Ayat ini muncul setelah rangkaian panjang yang mengecam pembangkangan Bani Israil secara khusus dan berulang. Transisi dari kecaman yang sangat partikular ke pernyataan yang mencakup beberapa kelompok sekaligus adalah pergeseran sudut pandang yang tajam, dari menyoroti kegagalan satu kaum tertentu, ke menegaskan bahwa syarat keberhasilan bukan monopoli satu identitas mana pun.

Renungan dan Hikmah

  • Iman kepada Allah. Iman kepada Hari Akhir. Amal saleh. Tiga syarat, tidak lebih, tidak kurang. Tidak ada syarat masuk golongan tertentu. Keselamatan dalam ayat ini digambarkan sebagai sesuatu yang terbuka untuk siapa saja dari latar belakang apa pun. Di tengah dunia yang terpecah oleh sekat-sekat agama, ayat ini adalah pengingat bahwa Allah tidak membatasi rahmat-Nya pada satu kelompok. Yang membatasi adalah respons manusia sendiri terhadap panggilan-Nya.
  • Ayat ini muncul tepat setelah 23 ayat yang mengecam Bani Israil. Urutannya penting: setelah menunjukkan betapa seringnya suatu kaum yang terpilih bisa membangkang, Al-Quran langsung memperluas cakrawala, seolah berkata: jangan merasa aman karena label; yang menentukan adalah iman dan amal. Setiap kali Al-Quran mengkritik suatu kelompok secara tajam, ia selalu menyisipkan ayat yang membuka pintu bagi individu dari kelompok itu untuk masuk.
  • Pesan yang sama persis disampaikan dua kali di dua surah berbeda, dengan urutan kata yang sedikit ditukar dan bentuk gramatikal yang sedikit berbeda. Pengulangan dengan variasi kecil semacam ini menunjukkan bahwa yang penting dipertahankan bukan susunan kata yang kaku, melainkan substansi pesannya, syarat yang sama, janji yang sama, disampaikan lagi dengan bentuk yang sedikit berbeda, seolah menegaskan bahwa esensinya tidak berubah meski kemasannya sedikit bervariasi.
  • Sabiin disebut sejajar dengan tiga kelompok lain yang jauh lebih dikenal, tanpa keterangan tambahan tentang siapa mereka. Tidak semua yang disebut dalam teks perlu dijelaskan detailnya untuk bisa dipahami maksudnya. Kadang sebuah nama disebutkan apa adanya, dan yang penting dari penyebutannya bukan detail identitas kelompok itu, melainkan posisinya dalam kalimat, disejajarkan dengan yang lain, tunduk pada syarat yang sama. Sebutan itu (الصَّابِئِينَ) muncul di dua ayat saja, di sini dan di 22:17, dan di kedua tempat ia disebut berjajar dengan golongan lain tanpa satu pun keterangan tambahan. Al-Qur'an tidak pernah menerangkan siapa mereka. Yang dilakukannya cuma menempatkan mereka di dalam daftar, dan penempatan itulah keterangannya.
  • Kalimat penutup yang menjanjikan ketenangan dari rasa takut dan sedih bukan kalimat yang khusus diciptakan untuk ayat ini. Frasa yang sama menutup banyak ayat lain, masing-masing untuk kelompok yang berbeda dengan syarat yang sepadan. Janji ketenangan bukan hadiah yang dicetak sekali untuk satu golongan, ia adalah formula yang tersedia berulang kali bagi siapa pun yang memenuhi syaratnya, dalam konteks apa pun syarat itu disebutkan. Rangkaian penutup itu (لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ) muncul di sebelas ayat, dan enam di antaranya di surah ini: 2:38, 2:62, 2:112, 2:262, 2:274, dan 2:277. Siapa saja yang menerimanya? Daftarnya beragam sekali, mulai dari Adam yang mengikuti petunjuk sesudah turun, sampai orang yang menafkahkan hartanya tanpa mengungkitnya. Kalimat yang sama menutup keadaan yang sangat berbeda-beda, dan yang menyatukan mereka bukan nama golongan.
  • Ayat ini menyebut empat nama kelompok di awal, tapi syarat yang menentukan hasil bukan nama kelompok itu sendiri, melainkan tindakan yang disebutkan setelahnya, beriman dan beramal saleh. Label kelompok menunjuk siapa yang sedang dibicarakan, tapi tidak dengan sendirinya menjamin atau menghalangi. Yang menentukan adalah apa yang dilakukan setelah nama itu disebut, sebuah tindakan yang harus ditunjukkan, bukan sekadar identitas yang melekat sejak lahir.