قَالُوا ادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُبَيِّنْ لَنَا مَا هِيَ إِنَّ الْبَقَرَ تَشَابَهَ عَلَيْنَا وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ لَمُهْتَدُونَ

Mereka berkata, “Serukanlah untuk kami kepada Tuhanmu agar Dia menjelaskan kepada kami apa itu; sungguh sapi-sapi itu serupa bagi kami; dan sungguh kami, jika Allah menghendaki, pasti akan mendapat petunjuk.”

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. قَالُوا ادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُبَيِّنْ لَنَا مَا هِيَ إِنَّ الْبَقَرَ تَشَابَهَ عَلَيْنَا وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ لَمُهْتَدُونَqaaluu d'u lanaa rabbaka yubayyin lanaa maa hiya inna l-baqara tashaabaha alaynaa wa-innaa in shaa'a llaahu la-muhtaduunamereka berkata, serukanlah untuk kami kepada Tuhanmu agar Dia menjelaskan kepada kami apa itu, sungguh sapi-sapi itu serupa bagi kami, dan sungguh kami, jika Allah menghendaki, pasti akan mendapat petunjuk
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar q-w-l, d-'-w, r-b-b, b-y-n, b-q-r, sh-b-h, sh-y-a, a-l-h, h-d-y): tashaabaha diterjemahkan 'serupa';. Selaras.

Aplikasi

Pengakuan 'sapi-sapi itu serupa bagi kami' menunjukkan kebingungan yang sebagiannya genuine, tapi diikuti harapan 'jika Allah menghendaki, kami pasti mendapat petunjuk', sebuah sikap yang tetap membuka ruang bagi bimbingan meski dalam kebingungan. Konkretnya: kebingungan yang jujur (bukan dalih menunda) tetap sah diakui, selama disertai kesediaan untuk terus mencari kejelasan, bukan berhenti di titik bingung.