وَإِذَا لَقُوا الَّذِينَ آمَنُوا قَالُوا آمَنَّا وَإِذَا خَلَا بَعْضُهُمْ إِلَىٰ بَعْضٍ قَالُوا أَتُحَدِّثُونَهُمْ بِمَا فَتَحَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ لِيُحَاجُّوكُمْ بِهِ عِنْدَ رَبِّكُمْ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ
Dan apabila mereka bertemu dengan orang-orang yang beriman, mereka berkata, “Kami beriman.” Tetapi apabila sebagian mereka menyendiri dengan sebagian yang lain, mereka berkata, “Apakah kalian ceritakan kepada mereka apa yang telah Allah bukakan bagi kalian, agar mereka berhujah melawan kalian dengannya di hadapan Tuhan kalian?” Tidakkah kalian berakal?
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَإِذَا لَقُوا الَّذِينَ آمَنُوا قَالُوا آمَنَّا وَإِذَا خَلَا بَعْضُهُمْ إِلَىٰ بَعْضٍ قَالُوا أَتُحَدِّثُونَهُمْ بِمَا فَتَحَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ لِيُحَاجُّوكُمْ بِهِ عِنْدَ رَبِّكُمْwa-idzaa laquu lladziina aamanuu qaaluu aamannaa wa-idzaa khalaa ba'duhum ilaa ba'din qaaluu a-tuhadditsuunahum bimaa fataha llaahu alaykum li-yuhaajjuukum bihi inda rabbikumdan apabila mereka bertemu dengan orang-orang yang beriman, mereka berkata, kami beriman, tetapi apabila sebagian mereka menyendiri dengan sebagian yang lain, mereka berkata, apakah kalian ceritakan kepada mereka apa yang telah Allah bukakan bagi kalian, agar mereka berhujah melawan kalian dengannya di hadapan Tuhan kalian
- أَفَلَا تَعْقِلُونَa-fa-laa ta'qiluunatidakkah kalian berakal
Catatan pilihan kata (ringkas)
(akar l-q-y, a-m-n, q-w-l, kh-l-w, b-'-d, h-d-ts, f-t-h, a-l-h, h-j-j, '-n-d, r-b-b, '-q-l): 'afalaa ta'qiluun diterjemahkan 'tidakkah kalian BERNALAR', BEDA dari terjemahan lain ('mengerti')/Sahih Intl ('use reason'~dekat). aql=verba mengekang-nalar (putaran 74, nol nomina). haajja diterjemahkan 'berhujah' (keluarga-hujah); haddatha diterjemahkan 'ceritakan'; fataha diterjemahkan 'membukakan'.
Aplikasi
Kekhawatiran 'jangan diceritakan agar tidak dipakai berhujah' menunjukkan ketakutan terhadap kebenaran yang bisa dipakai melawan kepentingan sempit kelompok sendiri. Konkretnya: menyembunyikan informasi bukan demi menjaga kebenaran, tapi demi melindungi posisi kelompok, adalah pola yang dikritik keras di sini, 'tidakkah kalian bernalar?' menantang untuk memilih kejujuran atas taktik defensif.