وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ آمِنُوا بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ قَالُوا نُؤْمِنُ بِمَا أُنْزِلَ عَلَيْنَا وَيَكْفُرُونَ بِمَا وَرَاءَهُ وَهُوَ الْحَقُّ مُصَدِّقًا لِمَا مَعَهُمْ ۗ قُلْ فَلِمَ تَقْتُلُونَ أَنْبِيَاءَ اللَّهِ مِنْ قَبْلُ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Berimanlah kepada apa yang diturunkan Allah,” mereka berkata, “Kami beriman kepada apa yang diturunkan kepada kami,” dan mereka kufur pada apa yang di baliknya, padahal ia adalah kebenaran yang membenarkan apa yang ada pada mereka. Katakanlah, “Mengapa dahulu kalian membunuh nabi-nabi Allah, jika kalian orang-orang beriman?”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ آمِنُوا بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ قَالُوا نُؤْمِنُ بِمَا أُنْزِلَ عَلَيْنَا وَيَكْفُرُونَ بِمَا وَرَاءَهُ وَهُوَ الْحَقُّ مُصَدِّقًا لِمَا مَعَهُمْwa-idzaa qiila lahum aaminuu bimaa anzala llaahu qaaluu nu'minu bimaa unzila alaynaa wa-yakfuruuna bimaa waraa'ahu wa-huwa l-haqqu musaddiqan li-maa ma'ahumdan apabila dikatakan kepada mereka, berimanlah kepada apa yang diturunkan Allah, mereka berkata, kami beriman kepada apa yang diturunkan kepada kami, dan mereka kufur pada apa yang di baliknya, padahal ia adalah kebenaran yang membenarkan apa yang ada pada mereka
- قُلْ فَلِمَ تَقْتُلُونَ أَنْبِيَاءَ اللَّهِ مِنْ قَبْلُ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَqul fa-lima taqtuluuna anbiyaa'a llaahi min qablu in kuntum mu'miniinakatakanlah, mengapa dahulu kalian membunuh nabi-nabi Allah, jika kalian orang-orang beriman
Catatan pilihan kata (ringkas)
(akar q-w-l, a-m-n, n-z-l, a-l-h, k-f-r, w-r-y, h-q-q, s-d-q, q-t-l, n-b-a, q-b-l, k-w-n): waraa'ahu diterjemahkan 'di baliknya'; al-haqq musaddiqan diterjemahkan 'kebenaran yang membenarkan' (putaran 84).
Aplikasi
Klaim 'kami beriman pada apa yang diturunkan kepada KAMI' sambil menolak yang lain, ditantang dengan fakta sejarah: 'mengapa dahulu kalian membunuh nabi-nabi jika kalian beriman?' Konkretnya: iman yang eksklusif hanya pada tradisi sendiri sambil menolak kebenaran dari luar kelompok, disertai riwayat kekerasan terhadap pembawa kebenaran itu sendiri, adalah kontradiksi yang dibongkar di sini, klaim iman perlu diuji dengan sejarah tindakan nyata, bukan sekadar pengakuan verbal.