وَلَقَدْ جَاءَكُمْ مُوسَىٰ بِالْبَيِّنَاتِ ثُمَّ اتَّخَذْتُمُ الْعِجْلَ مِنْ بَعْدِهِ وَأَنْتُمْ ظَالِمُونَ
Dan sungguh, Musa telah datang kepada kalian dengan keterangan-keterangan yang nyata, kemudian kalian mengambil anak sapi sepeninggalnya, sedangkan kalian adalah orang-orang yang zalim.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَلَقَدْ جَاءَكُمْ مُوسَىٰ بِالْبَيِّنَاتِ ثُمَّ اتَّخَذْتُمُ الْعِجْلَ مِنْ بَعْدِهِ وَأَنْتُمْ ظَالِمُونَwa-la-qad jaa'akum muusaa bi-l-bayyinaati tsumma ttakhadztumu l-ijla min ba'dihi wa-antum zhaalimuunadan sungguh, Musa telah datang kepada kalian dengan keterangan-keterangan yang nyata, kemudian kalian mengambil anak sapi sepeninggalnya, sedangkan kalian adalah orang-orang yang zalim
Catatan pilihan kata (ringkas)
(akar j-y-a, b-y-n, a-kh-dz, '-j-l, b-'-d, zh-l-m): bayyinaat diterjemahkan 'keterangan-keterangan nyata' (akar b-y-n).: gloss '(patung)/(sembahan)/(kepergian)' dibuang.
Aplikasi
Pola berulang dari 2:51 (penyembahan anak sapi) diulang di sini untuk penekanan, kegagalan yang sama terus dikenang bukan untuk mempermalukan, tapi karena pola serupa ('menyombongkan diri terhadap kebenaran yang tak diinginkan') terus berulang di ayat-ayat berikutnya. Konkretnya: pengulangan kisah kegagalan dalam teks suci sering menandai POLA yang berbahaya justru karena kecenderungannya untuk terulang, bukan peristiwa sekali jadi.