وَدَّ كَثِيرٌ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يَرُدُّونَكُمْ مِنْ بَعْدِ إِيمَانِكُمْ كُفَّارًا حَسَدًا مِنْ عِنْدِ أَنْفُسِهِمْ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْحَقُّ ۖ فَاعْفُوا وَاصْفَحُوا حَتَّىٰ يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Banyak di antara Ahlulkitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kalian setelah kalian beriman menjadi orang-orang yang kufur, karena kedengkian dalam diri mereka sendiri, setelah kebenaran jelas bagi mereka. Maka maafkanlah dan berlapang dadalah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَدَّ كَثِيرٌ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يَرُدُّونَكُمْ مِنْ بَعْدِ إِيمَانِكُمْ كُفَّارًا حَسَدًا مِنْ عِنْدِ أَنْفُسِهِمْ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْحَقُّwadda katsiirun min ahli l-kitaabi law yarudduunakum min ba'di iimaanikum kuffaaran hasadan min indi anfusihim min ba'di maa tabayyana lahumu l-haqqubanyak di antara Ahlulkitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kalian setelah kalian beriman menjadi orang-orang yang kufur, karena kedengkian dalam diri mereka sendiri, setelah kebenaran jelas bagi mereka
- فَاعْفُوا وَاصْفَحُوا حَتَّىٰ يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِfa-fuu wa-sfahuu hattaa ya'tiya llaahu bi-amrihimaka maafkanlah dan berlapang dadalah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya
- إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌinna llaaha alaa kulli shay'in qadiirunsesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu
Catatan pilihan kata (ringkas)
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: “kamu” diterjemahkan “kalian”; “kamu” diterjemahkan “kalian”; “(biarkanlah)” DIBUANG; “(berpalinglah dari mereka) sehingga” diterjemahkan “sampai”; “memberikan” diterjemahkan “mendatangkan”. -f-w: 31/31 selaras; afuwwun ghafuur = komplementer hapus+tutup, bukan pengulangan. sebagian penerjemah: 'Many among the doctors of the Law1 wish to turn you back as atheists2 after your faith out of envy from their souls after the truth3 has become clear to them.4 But pardon and forbear until God brings His command; God is over all things powerful.' Corpus ayat ini: «{Eofu, tanpa-al».
Aplikasi
Respons yang diperintahkan terhadap kedengkian orang lain bukan pembalasan, melainkan 'maafkanlah dan berlapang dadalah', sebuah strategi menghadapi permusuhan dengan kesabaran aktif, bukan pasif ataupun agresif. Konkretnya: saat menghadapi kedengkian atau permusuhan yang tak beralasan dari orang lain, memilih memaafkan dan bersabar (sambil tetap teguh pada prinsip) adalah jalan yang diajarkan di sini, dengan keyakinan bahwa penyelesaian pada akhirnya di tangan Allah.