وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ مَنَعَ مَسَاجِدَ اللَّهِ أَنْ يُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ وَسَعَىٰ فِي خَرَابِهَا ۚ أُولَٰئِكَ مَا كَانَ لَهُمْ أَنْ يَدْخُلُوهَا إِلَّا خَائِفِينَ ۚ لَهُمْ فِي الدُّنْيَا خِزْيٌ وَلَهُمْ فِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ

Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang melarang masjid-masjid Allah agar nama-Nya disebut di dalamnya, dan berusaha meruntuhkannya? Mereka itu tidak pantas memasukinya, kecuali dengan rasa takut. Mereka mendapat kehinaan di dunia, dan mereka mendapat azab yang agung di akhirat.

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ مَنَعَ مَسَاجِدَ اللَّهِ أَنْ يُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ وَسَعَىٰ فِي خَرَابِهَاwa-man azhlamu mimman mana'a masaajida llaahi an yudzkara fiihaa smuhu wa-sa'aa fii kharaabihaadan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang melarang masjid-masjid Allah agar nama-Nya disebut di dalamnya, dan berusaha meruntuhkannya
  2. أُولَٰئِكَ مَا كَانَ لَهُمْ أَنْ يَدْخُلُوهَا إِلَّا خَائِفِينَulaa'ika maa kaana lahum an yadkhuluuhaa illaa khaa'ifiinamereka itu tidak pantas memasukinya, kecuali dengan rasa takut
  3. لَهُمْ فِي الدُّنْيَا خِزْيٌ وَلَهُمْ فِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌlahum fii d-dunyaa khizyun wa-lahum fii l-aakhirati adzaabun azhiimunmereka mendapat kehinaan di dunia, dan mereka mendapat azab yang agung di akhirat
Catatan pilihan kata (ringkas)

azhiim diterjemahkan 'agung' (indefinit, tanpa Maha; swap sadar-kolokasi per nomina corpus); per kelas morfologi; pasangan belum-dibedah dipertahankan sementara. Konvensi zhm: azhiim diterjemahkan 'agung' seragam (takrif 'Sang Agung'); a'zham diterjemahkan 'lebih agung'; verba azhzhama passthrough. Pembeda: kabiir='besar' (k-b-r, kelak, al-Kabiir sebutan sendiri), majiid='luhur', kariim='mulia', aziiz='digdaya'. Objek negatif (azab/dosa) memakai kata sama, skala, konteks yang bekerja. Lih.. sebagian penerjemah: 'And who is more unjust than he who hinders the places of worship1 of God, that His name be not mentioned therein, and strives to undermine them?2 Those: it was not for them to enter them save in fear; they have disgrace in the World, and they have in the Hereafter a great punishment.' Akar akar '-zh-m: azhuma = 'menjadi besar (skala/bobot)'; azhiim = besar-agung (magnitude); jangkar konkret keluarga: azhm/'izhaam = TULANG (kerangka, yang besar-menopang). KBBI agung indra-1: 'besar; mulia; luhur'.

Aplikasi

Kejahatan yang digambarkan di sini spesifik: melarang tempat ibadah dipakai untuk mengingat Allah DAN berusaha merobohkannya, menghalangi akses orang lain kepada spiritualitas mereka. Konkretnya: menghalangi orang lain beribadah atau mempraktikkan keyakinannya (bahkan yang berbeda dari kita) disebut sebagai salah satu bentuk kezaliman terbesar, sebuah prinsip yang mendukung kebebasan beribadah secara luas, bukan sempit pada kelompok sendiri.