الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَتْلُونَهُ حَقَّ تِلَاوَتِهِ أُولَٰئِكَ يُؤْمِنُونَ بِهِ ۗ وَمَنْ يَكْفُرْ بِهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ
Orang-orang yang telah Kami beri Kitab, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenar-benarnya, mereka itu beriman kepadanya. Dan siapa yang kufur kepadanya, maka mereka itulah orang-orang yang merugi.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَتْلُونَهُ حَقَّ تِلَاوَتِهِ أُولَٰئِكَ يُؤْمِنُونَ بِهِalladziina aataynaahumu l-kitaaba yatluunahu haqqa tilaawatihi ulaa'ika yu'minuuna bihiorang-orang yang telah Kami beri Kitab, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenar-benarnya, mereka itu beriman kepadanya
- وَمَنْ يَكْفُرْ بِهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَwa-man yakfur bihi fa-ulaa'ika humu l-khaasiruunadan siapa yang kufur kepadanya, maka mereka itulah orang-orang yang merugi
Catatan pilihan kata (ringkas)
(akar a-t-y, k-t-b, t-l-w, h-q-q, a-m-n, k-f-r, kh-s-r): haqqa tilaawatih diterjemahkan 'bacaan yang sebenar-benarnya'; kafara diterjemahkan 'mengingkari'. Selaras.
Aplikasi
Kriteria 'membaca dengan bacaan yang sebenar-benarnya' (haqqa tilaawatih) menyiratkan bahwa membaca teks suci bukan sekadar melafalkan, melainkan memahami dan menjalankan maknanya secara jujur. Konkretnya: kualitas membaca/mempelajari sebuah teks penting diukur bukan dari seberapa sering diulang, tapi seberapa dalam maknanya diserap dan dijalankan, sebuah standar yang berlaku pada teks suci maupun pembelajaran apa pun.