تِلْكَ أُمَّةٌ قَدْ خَلَتْ ۖ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَلَكُمْ مَا كَسَبْتُمْ ۖ وَلَا تُسْأَلُونَ عَمَّا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Itulah umat yang telah berlalu; baginya apa yang telah ia usahakan, dan bagi kalian apa yang telah kalian usahakan; dan kalian tidak akan dimintai pertanggungjawaban tentang apa yang telah mereka kerjakan.

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. تِلْكَ أُمَّةٌ قَدْ خَلَتْtilka ummatun qad khalatitulah umat yang telah berlalu
  2. لَهَا مَا كَسَبَتْ وَلَكُمْ مَا كَسَبْتُمْlahaa maa kasabat wa-lakum maa kasabtumbaginya apa yang telah ia usahakan, dan bagi kalian apa yang telah kalian usahakan
  3. وَلَا تُسْأَلُونَ عَمَّا كَانُوا يَعْمَلُونَwa-laa tus'aluuna ammaa kaanuu ya'maluunadan kalian tidak akan dimintai pertanggungjawaban tentang apa yang telah mereka kerjakan
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar a-m-m, kh-l-w, k-s-b, s-a-l, k-w-n, '-m-l): khalat diterjemahkan 'berlalu'; kasabat diterjemahkan 'usahakan'. Selaras.

Aplikasi

Prinsip akuntabilitas personal diulang ('bagimu apa yang kau usahakan, bagi mereka apa yang mereka usahakan') sebagai penutup narasi tentang generasi terdahulu, pencapaian atau kegagalan leluhur bukan beban atau kredit otomatis bagi keturunan. Konkretnya: baik prestasi maupun kesalahan generasi sebelumnya (keluarga, bangsa, kelompok) tidak secara otomatis menjadi milik generasi saat ini, setiap orang dinilai dari usahanya sendiri, bukan warisan reputasi.