قُولُوا آمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْنَا وَمَا أُنْزِلَ إِلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطِ وَمَا أُوتِيَ مُوسَىٰ وَعِيسَىٰ وَمَا أُوتِيَ النَّبِيُّونَ مِنْ رَبِّهِمْ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ
Katakanlah, “Kami beriman kepada Allah, pada apa yang diturunkan kepada kami, pada apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya'qub, dan anak cucunya, pada apa yang diberikan kepada Musa dan Isa, serta pada apa yang diberikan kepada para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka, dan hanya kepada-Nya kami berserah diri.”
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- قُولُوا آمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْنَاquuluu aamannaa bi-llaahi wa-maa unzila ilaynaakatakanlah, kami beriman kepada Allah, pada apa yang diturunkan kepada kami
- وَمَا أُنْزِلَ إِلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطِwa-maa unzila ilaa ibraahiima wa-ismaa'iila wa-ishaaqa wa-ya'quuba wa-l-asbaathipada apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya'qub, dan anak cucunya
- وَمَا أُوتِيَ مُوسَىٰ وَعِيسَىٰ وَمَا أُوتِيَ النَّبِيُّونَ مِنْ رَبِّهِمْwa-maa uutiya muusaa wa-'iisaa wa-maa uutiya n-nabiyyuuna min rabbihimserta pada apa yang diberikan kepada Musa dan Isa, dan pada apa yang diberikan kepada para nabi dari Tuhan mereka
- لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَlaa nufarriqu bayna ahadin minhum wa-nahnu lahu muslimuunakami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka, dan hanya kepada-Nya kami berserah diri
Terjemahan per kata (31 kata)
- قُولُواquuluukatakanlah kalian
- آمَنَّاaamannaakami beriman
- بِاللَّهِbi-llaahipada Allah
- وَمَاwa-maadan apa yang
- أُنْزِلَunziladiturunkan
- إِلَيْنَاilaynaakepada kami
- وَمَاwa-maadan apa yang
- أُنْزِلَunziladiturunkan
- إِلَىٰilaakepada
- إِبْرَاهِيمَibraahiimaIbrahim
- وَإِسْمَاعِيلَwa-ismaa'iiladan Ismail
- وَإِسْحَاقَwa-ishaaqadan Ishaq
- وَيَعْقُوبَwa-ya'quubadan Yaqub
- وَالْأَسْبَاطِwa-l-asbaathidan keturunan Yaqub
- وَمَاwa-maadan apa yang
- أُوتِيَuutiyadiberikan
- مُوسَىٰmuusaaMusa
- وَعِيسَىٰwa-'iisaadan Isa
- وَمَاwa-maadan apa yang
- أُوتِيَuutiyadiberikan
- النَّبِيُّونَn-nabiyyuunapara nabi
- مِنْmindari
- رَبِّهِمْrabbihimTuhan mereka
- لَاlaatidak
- نُفَرِّقُnufarriqukami membeda-bedakan
- بَيْنَbaynadi antara
- أَحَدٍahadinseorang pun
- مِنْهُمْminhumdari mereka
- وَنَحْنُwa-nahnudan kami
- لَهُlahubaginya
- مُسْلِمُونَmuslimuunaorang-orang yang berserah diri
Inti bacaan
Deklarasi iman di sini eksplisit mencakup semua nabi tanpa membeda-bedakan ('kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka'), sebuah model inklusivitas terhadap rantai kenabian, bukan eksklusivitas terhadap satu nabi saja. Konkretnya: menghormati kebenaran dari berbagai sumber/tradisi tanpa merasa perlu merendahkan salah satunya untuk meninggikan yang lain adalah sikap yang dicontohkan di sini.
Penjelasan pilihan kata
Kata (قُولُوا, quuluu) berarti "katakanlah kalian", bentuk perintah jamak. Ayat yang hampir identik di 3:84 memakai (قُلْ, qul), bentuk perintah tunggal, khusus kepada Nabi. Ayat ini justru ditujukan kepada orang-orang beriman secara bersama-sama, sebuah pengakuan yang dimaksudkan sebagai deklarasi komunitas, bukan cuma pengakuan pribadi satu orang.
Frasa (أُنْزِلَ إِلَيْنَا, unzila ilaynaa) berarti "diturunkan kepada kami", memakai kata depan (إِلَىٰ, ilaa, "kepada"). Ayat yang hampir sama di 3:84 memakai (عَلَيْنَا, 'alaynaa), kata depan (عَلَىٰ, 'alaa, "atas"). Dua kata depan yang berbeda, satu menekankan arah tertuju, satu menekankan sesuatu yang turun menimpa, membawa nuansa yang sedikit berbeda pada tindakan menurunkan wahyu yang sama.
Kata (الْأَسْبَاطِ, al-asbaathi) berarti "anak cucu" atau "suku-suku", dari akar yang berarti keturunan yang berkembang, istilah teknis yang merujuk dua belas suku keturunan Ya'qub, sebuah sebutan kolektif bagi keturunannya yang beragam.
Kata (أُوتِيَ, uutiya) berarti "diberikan", dari akar yang berarti datang dan mendatangkan, berbeda dari (أُنزِلَ, unzila, "diturunkan") yang dipakai untuk Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya'qub, dan keturunannya. Dua kata kerja berbeda dipakai untuk dua kategori penerima wahyu, unzila untuk garis Ibrahim, uutiya untuk Musa, Isa, dan para nabi secara umum, sebuah pembedaan yang mungkin membawa nuansa berbeda antara wahyu yang diturunkan sebagai kitab dan pemberian yang lebih luas cakupannya.
Frasa (لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْهُمْ, laa nufarriqu bayna ahadin minhum) berarti "kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka", dari akar yang berarti memisahkan. Frasa ini muncul di tiga tempat, ayat ini, lalu di 2:285 dan 3:84, selalu dalam konteks menegaskan bahwa tidak ada pembedaan di antara para pembawa wahyu.
Kata (آمَنَّا, aamannaa) berarti "kami beriman", dari akar yang berarti aman dan percaya, dipakai sekali di awal ayat untuk merangkum keseluruhan pengakuan yang menyusul sesudahnya. Bentuk perfek orang pertama jamak ini menyatakan sebuah tindakan yang sudah selesai dan mantap, bukan keyakinan yang masih ragu atau setengah-setengah.
Ayat ini menyebut enam nama secara eksplisit, Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya'qub, Musa, dan Isa, disusun dalam urutan kronologis yang mengikuti garis keturunan dan zaman kenabian. Urutan yang runtut ini bukan daftar acak, ia menggambarkan sebuah rangkaian yang berkesinambungan dari satu masa ke masa berikutnya, masing-masing melanjutkan yang sebelumnya tanpa terputus, sebuah rantai kenabian yang panjang dan tidak pernah benar-benar terhenti dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Tafsiran
Ayat ini menyusun sebuah pengakuan iman yang menyeluruh, tidak membeda-bedakan antara para pembawa wahyu, dari Ibrahim sampai para nabi yang tidak disebut namanya secara khusus. Pengakuan ini menutup rangkaian panjang tentang Ibrahim dan keturunannya dengan meletakkannya dalam konteks yang lebih luas, bukan cuma leluhur yang dihormati, melainkan bagian dari rangkaian pembawa wahyu yang harus diakui bersama-sama, tanpa memilih sebagian dan menolak sebagian yang lain.
Perbedaan halus dengan ayat yang hampir identik di 3:84, perintah jamak di sini, perintah tunggal di sana, menunjukkan bahwa deklarasi ini dimaksudkan sebagai pengakuan komunitas orang beriman, bukan cuma pengakuan pribadi satu orang yang mewakili semuanya. Setiap orang beriman diminta mengucapkan pengakuan ini sendiri, bukan sekadar menyetujui pengakuan yang diucapkan orang lain atas nama mereka.
Ayat ini menutup dengan pengakuan yang sama, berserah diri, yang sudah muncul berulang sepanjang rangkaian ayat-ayat sebelumnya tentang Ibrahim dan keturunannya. Pengakuan tidak membeda-bedakan antara para nabi ini sendiri menjadi bentuk konkret dari berserah diri itu, menerima seluruh rangkaian wahyu sebagai satu kesatuan, bukan memilih sebagian yang sesuai keinginan sendiri.
Renungan dan Hikmah
- Perintah untuk mengucapkan pengakuan ini ditujukan kepada orang banyak sekaligus, bukan kepada satu orang yang mewakili yang lain. Setiap orang diminta mengucapkannya sendiri, bukan sekadar menyetujui apa yang sudah diucapkan orang lain atas namanya. Ada perbedaan antara iman yang diwakilkan dan iman yang diucapkan sendiri oleh setiap orang yang memilikinya, dan ayat ini secara tegas memilih yang kedua bagi setiap orang yang beriman, tanpa terkecuali. Mengapa pengakuan ini diperintahkan diucapkan bersama-sama? Pengakuan yang diucapkan seorang diri bisa diubah kapan saja oleh yang mengucapkannya, sebab tak ada yang mendengarnya selain dirinya. Pengakuan yang diucapkan bersama menjadi kesepakatan, dan kesepakatan menuntut penjelasan kalau seseorang berubah. Bentuk jamak di sini bukan hiasan tata bahasa.
- Kata depan yang dipakai untuk menggambarkan wahyu yang turun berbeda antara ayat ini dengan pasangannya yang hampir identik di tempat lain, satu menekankan arah tertuju, satu menekankan sesuatu yang turun menimpa. Perbedaan sekecil kata depan ini mengajak membaca dengan lebih cermat, sebab bahkan pengulangan yang tampak identik masih menyimpan variasi kecil yang layak diperhatikan, sebuah pengingat bahwa kemiripan besar tidak berarti kesamaan sampai ke detail terkecil.
- Ayat ini memakai dua kata kerja berbeda untuk menggambarkan wahyu yang diterima, satu untuk garis Ibrahim, satu untuk Musa, Isa, dan para nabi lainnya. Perbedaan kata kerja ini, meski tidak dijelaskan lebih lanjut, mengajak memperhatikan bahwa cara wahyu disampaikan mungkin tidak selalu seragam, meski isinya sama-sama diakui sebagai kebenaran yang harus diimani. Keragaman cara penyampaian ini tidak mengurangi kesetaraan pengakuan yang diberikan kepada semuanya, tanpa kecuali.
- Kata yang dipakai untuk menyebut keturunan Ya'qub secara kolektif adalah istilah teknis yang khusus, bukan sekadar kata umum untuk anak cucu. Pemilihan istilah yang spesifik ini menunjukkan bahwa ayat ini memperhatikan detail silsilah dengan cermat, bukan menggeneralisasi keturunan yang beragam itu dengan sebutan yang longgar, sebuah ketelitian yang mencerminkan penghormatan pada sejarah keluarga yang panjang dan beragam itu. Kata itu (الْأَسْبَاطِ) muncul di tiga ayat, yaitu 2:136, 3:84, dan 4:163, dan di ketiganya ia berdiri di dalam daftar nama yang hampir sama. Jadi sebutan ini tidak pernah dipakai sendirian; ia selalu bagian dari rangkaian yang menyebut para pembawa wahyu berturut-turut, dan kehadirannya menutup celah di antara Ya'qub dan Musa.
- Penegasan tidak membeda-bedakan antara para pembawa wahyu muncul di tiga tempat berbeda dalam Al-Qur'an, bukan sekali sebut yang mudah dilupakan. Pengulangan di tiga tempat ini menegaskan bahwa prinsip ini bukan detail kecil, ia salah satu pengakuan inti yang layak ditegaskan berulang, sebuah penanda seberapa penting kedudukan prinsip ini dalam keseluruhan pesan yang disampaikan sepanjang surah ini.
- Ayat ini ditutup dengan pengakuan berserah diri, kata yang sama yang sudah muncul berulang sepanjang rangkaian tentang Ibrahim dan keturunannya. Menutup pengakuan yang menyeluruh tentang seluruh pembawa wahyu dengan kata yang sama menyatukan seluruh rangkaian kisah sebelumnya dengan deklarasi keimanan yang lebih luas ini, seolah keduanya bermuara pada satu pengakuan yang sama, sebuah titik temu antara kisah masa lalu dan pengakuan yang diucapkan sekarang.