قُلْ أَتُحَاجُّونَنَا فِي اللَّهِ وَهُوَ رَبُّنَا وَرَبُّكُمْ وَلَنَا أَعْمَالُنَا وَلَكُمْ أَعْمَالُكُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُخْلِصُونَ

Katakanlah, “Apakah kalian berhujah dengan kami tentang Allah, padahal Dia Tuhan kami dan Tuhan kalian? Bagi kami amal-amal kami, dan bagi kalian amal-amal kalian; dan hanya kepada-Nya kami memurnikan pengabdian.”

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. قُلْ أَتُحَاجُّونَنَا فِي اللَّهِ وَهُوَ رَبُّنَا وَرَبُّكُمْ وَلَنَا أَعْمَالُنَا وَلَكُمْ أَعْمَالُكُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُخْلِصُونَqul a-tuhaajjuunanaa fii llaahi wa-huwa rabbunaa wa-rabbukum wa-lanaa a'maalunaa wa-lakum a'maalukum wa-nahnu lahu mukhlisuunakatakanlah, apakah kalian berhujah dengan kami tentang Allah, padahal Dia Tuhan kami dan Tuhan kalian? Bagi kami amal-amal kami, dan bagi kalian amal-amal kalian, dan hanya kepada-Nya kami memurnikan pengabdian
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar q-w-l, h-j-j, a-l-h, r-b-b, '-m-l, kh-l-s): haajja diterjemahkan 'berhujah' (keluarga-hujah); mukhlisuun diterjemahkan 'memurnikan pengabdian' (akar kh-l-s). Makna selaras.

Aplikasi

Respons terhadap perdebatan agama: 'bagi kami amal-amal kami, bagi kalian amal-amal kalian', sebuah sikap yang menghentikan perdebatan tak berujung dengan fokus kembali pada tanggung jawab masing-masing. Konkretnya: dalam perdebatan yang tak kunjung menemukan titik temu, terkadang jalan paling bijak adalah mengakhiri argumen dan kembali fokus pada tindakan/tanggung jawab sendiri, bukan terus memaksakan kesepakatan.