سَيَقُولُ السُّفَهَاءُ مِنَ النَّاسِ مَا وَلَّاهُمْ عَنْ قِبْلَتِهِمُ الَّتِي كَانُوا عَلَيْهَا ۚ قُلْ لِلَّهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُ ۚ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

Orang-orang yang kurang akal di antara manusia akan berkata, “Apa yang memalingkan mereka dari kiblat mereka yang dahulu mereka menghadap kepadanya?” Katakanlah, “Milik Allah timur dan barat; Dia memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus.”

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. سَيَقُولُ السُّفَهَاءُ مِنَ النَّاسِ مَا وَلَّاهُمْ عَنْ قِبْلَتِهِمُ الَّتِي كَانُوا عَلَيْهَاsa-yaquulu s-sufahaa'u mina n-naasi maa wallaahum an qiblatihimu llatii kaanuu alayhaaorang-orang yang kurang akal di antara manusia akan berkata, apa yang memalingkan mereka dari kiblat mereka yang dahulu mereka menghadap kepadanya
  2. قُلْ لِلَّهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُqul lillaahi l-mashriqu wa-l-maghribukatakanlah, milik Allah timur dan barat
  3. يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍyahdii man yashaa'u ilaa siraatin mustaqiiminDia memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar q-w-l, s-f-h, n-w-s, w-l-y, q-b-l, k-w-n, a-l-h, sh-r-q, gh-r-b, h-d-y, sh-y-a, s-r-t, q-w-m): sufahaa' diterjemahkan 'kurang akal'; wallaa diterjemahkan 'memalingkan'; siraat mustaqiim diterjemahkan 'jalan yang lurus'.: gloss '(berdasarkan kesiapannya menerima petunjuk)' dibuang. PERIKOP KIBLAT dijaga literal (rendering qiblah/wajh belum diputus Pak FD).

Aplikasi

Perubahan kiblat memicu kritik dari 'orang-orang yang kurang akal', sebuah kasus di mana perintah yang tampak berubah/tidak konsisten sebenarnya punya alasan lebih dalam (petunjuk Allah ke jalan lurus, bukan arah fisik semata). Konkretnya: perubahan arah/kebijakan yang tampak membingungkan dari luar terkadang punya alasan mendalam yang tidak segera terlihat, kesediaan memahami sebelum mengkritik adalah sikap yang lebih matang daripada menuduh 'kurang akal' pada pihak yang berubah.