الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَعْرِفُونَهُ كَمَا يَعْرِفُونَ أَبْنَاءَهُمْ ۖ وَإِنَّ فَرِيقًا مِنْهُمْ لَيَكْتُمُونَ الْحَقَّ وَهُمْ يَعْلَمُونَ

Orang-orang yang telah Kami beri Kitab mengenalnya sebagaimana mereka mengenal anak-anak mereka; dan sesungguhnya sekelompok dari mereka benar-benar menyembunyikan kebenaran, sedangkan mereka mengetahui.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَعْرِفُونَهُ كَمَا يَعْرِفُونَ أَبْنَاءَهُمْalladziina aataynaahumu l-kitaaba ya'rifuunahu ka-maa ya'rifuuna abnaa'ahumorang-orang yang telah Kami beri Kitab mengenalnya sebagaimana mereka mengenal anak-anak mereka
  2. وَإِنَّ فَرِيقًا مِنْهُمْ لَيَكْتُمُونَ الْحَقَّ وَهُمْ يَعْلَمُونَwa-inna fariiqan minhum la-yaktumuuna l-haqqa wa-hum ya'lamuunadan sesungguhnya sekelompok dari mereka benar-benar menyembunyikan kebenaran, sedangkan mereka mengetahui

Terjemahan per kata (14 kata)

  1. الَّذِينَalladziinaorang-orang yang
  2. آتَيْنَاهُمُaataynaahumuKami beri mereka
  3. الْكِتَابَl-kitaabaKitab
  4. يَعْرِفُونَهُya'rifuunahumereka mengenalnya
  5. كَمَاka-maasebagaimana
  6. يَعْرِفُونَya'rifuunamereka mengenal
  7. أَبْنَاءَهُمْabnaa'ahumanak-anak mereka
  8. وَإِنَّwa-innadan sungguh
  9. فَرِيقًاfariiqansegolongan
  10. مِنْهُمْminhumdari mereka
  11. لَيَكْتُمُونَla-yaktumuunabenar-benar menyembunyikan
  12. الْحَقَّl-haqqakebenaran
  13. وَهُمْwa-humdan mereka
  14. يَعْلَمُونَya'lamuunamengetahui

Inti bacaan

Cari satu hal yang kau tahu benar dan belum kaukatakan kepada orang yang berhak mendengarnya: angka yang meleset, kesalahan yang kaubuat, penilaian yang diminta darimu. Tentukan tanggalnya sekarang, bukan syaratnya. Menunggu waktu yang tepat untuk mengatakan hal yang sudah kau tahu biasanya bukan kehati-hatian, melainkan menunggu sampai mengatakannya tidak lagi merugikanmu.

Penjelasan pilihan kata

Kata (يَعْرِفُونَهُ, ya'rifuunahu) yang berarti "mereka mengenalnya" dan (يَعْرِفُونَ, ya'rifuuna) yang berarti "mereka mengenal" berasal dari akar yang berarti mengenal, dipakai di sini untuk membandingkan pengenalan terhadap kebenaran yang dibawa lewat Kitab dengan pengenalan terhadap (أَبْنَاءَهُمْ, abnaa'ahum) yang berarti "anak-anak mereka", dari akar yang berarti membangun. Sebelas kata pembuka ayat ini, dari "alladziina" sampai "abnaa'ahum", muncul kata demi kata sama persis di 6:20, hanya kelanjutannya yang berbeda: di 6:20 kalimat berikutnya berbicara tentang orang yang merugikan diri sendiri sehingga tidak beriman, sementara di ayat ini kalimat berikutnya berbicara tentang penyembunyian kebenaran oleh sebagian dari mereka. Perumpamaan yang sama, mengenal seperti mengenal anak sendiri, dipakai dua kali untuk membuka dua peringatan yang berlainan arah.

Kata (فَرِيقًا, fariiqan) yang berarti "sekelompok" atau "segolongan", dari akar yang berarti memisahkan, secara eksplisit membatasi cakupan penyembunyian yang disebutkan sesudahnya. Ayat ini tidak menyatakan bahwa seluruh orang yang diberi Kitab mengenal lalu menyembunyikan; ia menyatakan bahwa pengenalan itu berlaku universal, kata kerja mengenal dipakai tanpa pembatas, sementara penyembunyian dinyatakan hanya berlaku pada sebagian, ditandai secara eksplisit dengan kata fariiqan.

Kata (لَيَكْتُمُونَ, layaktumuuna) yang berarti "sungguh mereka menyembunyikan" berasal dari akar yang berarti menyembunyikan, akar yang polanya sebagai salah satu tema yang paling sering diulang di surah ini sudah dibahas lebih lengkap di 2:140. Yang khas dari kemunculannya di ayat ini adalah pasangannya, (وَهُمْ يَعْلَمُونَ, wa-hum ya'lamuuna) yang berarti "sedangkan mereka mengetahui", dari akar yang berarti mengetahui. Penyembunyian ini secara eksplisit tidak dikaitkan dengan ketidaktahuan; kalimatnya sendiri menegaskan bahwa yang menyembunyikan adalah orang yang tahu, bukan orang yang ragu, sebuah susunan yang menutup kemungkinan membaca ayat ini sebagai kritik atas kebingungan, dan membukanya sebagai kritik atas kesengajaan.

Kata (الْحَقَّ, al-haqqa) yang berarti "kebenaran itu", dari akar yang berarti benar dan pasti, adalah objek yang disembunyikan di ayat ini. Akar yang sama muncul di 2:144, ketika ayat itu menyatakan bahwa orang-orang yang diberi Kitab benar-benar mengetahui bahwa arah kiblat baru itu adalah (الْحَقُّ, al-haqqu) yang berarti "kebenaran", dari Tuhan mereka. Dua ayat ini, berjarak sangat dekat, sama-sama berbicara tentang hubungan orang-orang yang diberi Kitab dengan kebenaran yang sama: di 2:144 mereka mengetahuinya, di ayat ini sebagian dari mereka menyembunyikannya, sebuah kelanjutan yang menyempurnakan gambaran bahwa mengetahui kebenaran ternyata tidak otomatis berujung pada mengakuinya secara terbuka.

Tafsiran

Ayat ini menegaskan bahwa pengenalan terhadap kebenaran yang dibawa lewat Kitab bukan pengenalan yang samar atau bisa diperdebatkan, melainkan pengenalan setingkat mengenali anak sendiri, sesuatu yang tidak memerlukan penjelasan tambahan atau tanda pembeda lagi. Seperti sudah ditunjukkan, kalimat pembuka yang sama dipakai di 6:20, tapi di sana ditutup dengan pernyataan tentang orang yang merugikan dirinya sendiri, sementara di sini ditutup dengan pernyataan tentang penyembunyian yang disengaja. Perumpamaan yang sama melahirkan dua peringatan yang berbeda, tergantung apa yang dilakukan seseorang sesudah pengenalan itu ada.

Seperti sudah ditunjukkan, penyembunyian ini secara eksplisit dibatasi pada sebagian, bukan keseluruhan, dari mereka yang diberi Kitab. Ayat ini membedakan dua hal yang mudah tercampur: mengenali kebenaran adalah sesuatu yang menyeluruh, terjadi pada semua yang menerima Kitab, sementara menyembunyikannya adalah pilihan yang hanya diambil sebagian dari mereka. Pembatasan ini penting karena tanpanya, ayat ini akan terbaca sebagai tuduhan kolektif, padahal yang ditegaskan justru sebaliknya: pengenalan itu milik semua, penyembunyian itu pilihan sebagian.

Seperti sudah ditunjukkan, penyembunyian yang disebutkan di sini dipasangkan secara eksplisit dengan pernyataan bahwa yang menyembunyikan itu mengetahui. Ayat ini tidak menyisakan ruang untuk membaca penyembunyian ini sebagai kesalahpahaman atau ketidaktahuan; kalimatnya sendiri menutup kemungkinan itu dengan menyebutkan pengetahuan sebagai fakta yang menyertai penyembunyian, bukan sesuatu yang terpisah darinya.

Renungan dan Hikmah

  • Perumpamaan mengenali kebenaran seperti mengenali anak sendiri menggambarkan sebuah pengenalan yang tidak memerlukan bukti tambahan atau perbandingan lebih jauh; seorang orang tua tidak perlu diyakinkan dulu bahwa anaknya benar-benar anaknya. Ketika sesuatu sudah dikenali sedalam itu, mempertanyakan lagi keasliannya bukan lagi soal kekurangan bukti, melainkan soal keengganan mengakui apa yang sebenarnya sudah sangat jelas. Perumpamaan ini menempatkan standar pengenalan pada tingkat yang sangat tinggi, jenis pengenalan yang datang dari kedekatan bertahun-tahun, bukan dari sekali pandang atau sepintas dengar.
  • Ayat ini secara eksplisit membatasi penyembunyian pada sebagian, bukan keseluruhan, dari mereka yang mengenal kebenaran itu. Ada perbedaan penting antara menuduh satu kelompok secara keseluruhan dan mengenali bahwa di antara siapa pun yang mengetahui sesuatu, akan selalu ada sebagian yang memilih menyembunyikannya demi kepentingan lain; pembatasan ini mencegah satu pilihan sebagian orang dibaca sebagai watak semua orang yang berbagi pengetahuan yang sama.
  • Penyembunyian yang disebutkan di sini dipasangkan secara eksplisit dengan pernyataan bahwa yang menyembunyikan itu mengetahui, menutup kemungkinan membaca tindakan itu sebagai kekeliruan atau ketidaktahuan. Ada kalanya seseorang menyembunyikan sesuatu bukan karena ragu atau belum yakin, melainkan justru karena sudah sangat yakin, dan keyakinan itu sendiri yang membuat penyembunyiannya terasa lebih berat dipertanggungjawabkan, bukan lebih ringan.
  • Kalimat pembuka ayat ini, tentang mengenali kebenaran seperti mengenali anak sendiri, dipakai lagi di tempat lain dengan kelanjutan yang sama sekali berbeda arahnya. Perumpamaan yang sama bisa menjadi pijakan bagi dua peringatan yang berlainan, tergantung apa yang dilakukan seseorang sesudah pengenalan itu hadir; pengenalan yang mendalam bukan jaminan arah yang sama bagi setiap orang yang memilikinya, melainkan titik awal yang masih menyisakan pilihan tentang bagaimana meresponnya.
  • Pengenalan yang mendalam ('mengenalnya seperti mengenal anak-anak mereka sendiri') namun tetap disertai penyembunyian kebenaran menunjukkan bahwa pengetahuan yang jelas tidak otomatis menghasilkan pengakuan jujur. Ayat ini menampilkan sesuatu yang tampak berlawanan tapi ternyata sangat mungkin terjadi bersamaan: mengenali kebenaran dengan sangat jelas, dan tetap memilih menyembunyikannya. Mengenali bukan otomatis menjadi mengumumkan; ada jarak antara apa yang diketahui seseorang di dalam dirinya dan apa yang ia pilih untuk disampaikan kepada orang lain, dan jarak itulah yang justru menjadi persoalan yang disorot ayat ini, bukan soal ada tidaknya pengenalan. Konkretnya: memiliki pemahaman yang jelas tentang sesuatu (fakta, kesalahan, kebenaran) tidak menjamin kejujuran dalam menyampaikannya, integritas menuntut menyuarakan apa yang benar-benar diketahui, bukan menyembunyikannya demi kepentingan.
  • Tingkat kepastian yang digambarkan lewat perumpamaan mengenali anak sendiri bukan sekadar cara memperindah kalimat; ia menetapkan ukuran tanggung jawab yang menyertai pengetahuan itu. Semakin jelas dan personal sesuatu dikenali, semakin sulit beralasan belum yakin ketika memilih untuk tidak menyampaikannya, sebuah pengingat bahwa kejelasan pengetahuan seseorang ikut menentukan seberapa berat pertanggungjawaban atas pilihan yang diambilnya.
  • Ayat ini menempatkan pengenalan sebagai syarat lebih dulu sebelum penyembunyian bisa terjadi; tidak ada yang bisa disembunyikan dari sesuatu yang belum dikenali. Urutan ini menegaskan bahwa penyembunyian yang dibicarakan di sini bukan kelalaian menyampaikan sesuatu yang samar, melainkan tindakan aktif menutupi sesuatu yang sudah sepenuhnya dipegang, sebuah beda yang menentukan bagaimana tindakan itu seharusnya dinilai. Menyembunyikan mengandaikan penguasaan penuh atas apa yang disembunyikan, sehingga tindakan ini justru menjadi bukti tersendiri tentang seberapa jelas kebenaran itu sudah dipegang sebelum dipilih untuk ditutupi.