إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ ۖ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا ۚ وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ

Sesungguhnya Safa dan Marwah termasuk syiar-syiar Allah. Maka siapa yang berhaji ke Rumah itu atau berumrah, tidak ada dosa baginya bertawaf pada keduanya. Dan siapa yang dengan kerelaan mengerjakan kebajikan, sesungguhnya Allah pengganjar lagi berilmu.

Terjemahan bertahap (3 jeda)
  1. إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِinna s-safaa wa-l-marwata min sha'aa'iri llaahisesungguhnya Safa dan Marwah termasuk syiar-syiar Allah
  2. فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَاfa-man hajja l-bayta awi tamara fa-laa junaaha alayhi an yattawwafa bihimaamaka siapa yang berhaji ke Rumah itu atau berumrah, tidak ada dosa baginya bertawaf pada keduanya
  3. وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌwa-man tatawwa'a khayran fa-inna llaaha shaakirun aliimundan siapa yang dengan kerelaan mengerjakan kebajikan, sesungguhnya Allah pengganjar lagi berilmu
Catatan pilihan kata (ringkas)

terjemahan lain 'Allah Maha Mensyukuri,45)' diterjemahkan 'Allah mengganjar': shaakirun INDEFINIT (tanwin) diterjemahkan tanpa 'Maha'; catatan kaki terjemahan lain di kata ini = penanda kegelisahan (syukur-Allah tak muat di bacaan institusi). Interpolasi '(agama)' pada 'syiar Allah' dibuang (sha'aa'ir, tanpa diin) + lem catatan kaki 43/44/45 dibersihkan. Konvensi shkr: manusia diterjemahkan 'bersyukur' (tanpa penanda intensitas; contoh serupa ghaffaar), Allah diterjemahkan 'mengganjar'/'pengganjar' (6 ayat, SEMUA indefinit diterjemahkan kecil tanpa 'Maha'), masykuur diterjemahkan 'diganjar'. Pembeda: 76:22 jazaa'≠mashkuur sesisian; 'menerima' milik akar q-b-l, 'menyambut' milik akar t-w-b; antonim kufr (76:3, 14:7, 27:40). Lih.. Antonim resmi kufr ('contr. of kufraan') = menutupi (nikmat). ⟶ (19 Jul): 'beribadah haji' diterjemahkan '' (verba *hajja* POS:V; 'berhaji' KBBI-valid = 'menunaikan ibadah haji', mempertahankan 'haji', membuang tambahan 'ibadah'). Rendering 'haji' & menunggu dossier. ⟶ 'mengerjakan sai antara keduanya' diterjemahkan ''. Bukti korpus: akar, kata yang diterjemahkan 'sai' adalah *an bihimaa* (ROOT: bentuk V) =, akar yang SAMA diterjemahkan 'tawaf' di 2:125 & 22:29 diterjemahkan satu akar dua istilah-institusi = pelanggaran; dan '' sbg ritus-tersendiri (enumerasi KBBI 'ihram-tawaf-sai-wukuf'), Qur'an memakai *tawaaf* juga untuk Safa-Marwah (: bukti tambahan enumerasi-ritual KBBI = turunan-tradisi). Dossier. ⟶. (sapuan seluruh Qur'an, corpus Leeds 0.4, 20 Jul 2026): frasa idafah ***bayt Allaah* / 'Baitullah' NOL kemunculan**, tak ada kata ber-akar akar b-y-t yang diikuti kata ber-akar الله di seluruh Qur'an. Yang teks pakai justru posesif orang I ** = '' (2:125, 22:26, Allah bersabda); posesif orang II ** = '' (14:37, Ibrahim menyeru); ** takrif = ''; 3:96 ** = 'sebuah rumah'. terjemahan lain 'Baitullah', mengubah (siapa yang berbicara) menjadi. (terverifikasi `quran_db.json` 20 Jul): memelihara, 'house' (2:125, 22:26) · 'inviolable house' (14:37) · 'The set up for mankind' (3:96, tetap tak tentu) · 'the Lord of house' (106:3) · 'the house' (2:127, 2:158, 22:29),.

Aplikasi

Safa dan Marwah disebut 'syiar Allah' dengan penegasan eksplisit 'tidak ada dosa' melakukan tawaf antara keduanya, sebuah kelonggaran yang menghapus keraguan/kekhawatiran berlebihan tentang ritual yang sah. Konkretnya: dalam praktik keagamaan, ada ruang kelonggaran yang diberikan secara eksplisit, kekhawatiran berlebihan atas hal yang sudah jelas diizinkan hanya menambah beban yang tidak perlu.