إِذْ تَبَرَّأَ الَّذِينَ اتُّبِعُوا مِنَ الَّذِينَ اتَّبَعُوا وَرَأَوُا الْعَذَابَ وَتَقَطَّعَتْ بِهِمُ الْأَسْبَابُ

Ketika orang-orang yang diikuti berlepas diri dari orang-orang yang mengikuti, dan mereka melihat azab, dan terputuslah bagi mereka segala hubungan.

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. إِذْ تَبَرَّأَ الَّذِينَ اتُّبِعُوا مِنَ الَّذِينَ اتَّبَعُوا وَرَأَوُا الْعَذَابَ وَتَقَطَّعَتْ بِهِمُ الْأَسْبَابُidz tabarra'a lladziina ttubi'uu mina lladziina ttaba'uu wa-ra'awu l-adzaaba wa-taqatta'at bihimu l-asbaabuketika orang-orang yang diikuti berlepas diri dari orang-orang yang mengikuti, dan mereka melihat azab, dan terputuslah bagi mereka segala hubungan
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar b-r-a, t-b-', r-a-y, '-dz-b, q-t-', s-b-b): tabarra'a diterjemahkan 'berlepas diri'; asbaab diterjemahkan 'hubungan (yang terputus)'. Selaras.

Aplikasi

Gambaran dramatis: pemimpin yang diikuti 'berlepas diri' dari pengikutnya saat menghadapi konsekuensi, pengkhianatan di titik paling genting. Konkretnya: berhati-hati mengikuti figur/ideologi tanpa pertimbangan kritis, sebab pemimpin yang dipuja bisa jadi tidak akan menanggung konsekuensi bersama pengikutnya saat masalah benar-benar datang, tanggung jawab personal tetap yang utama.