أُولَٰئِكَ الَّذِينَ اشْتَرَوُا الضَّلَالَةَ بِالْهُدَىٰ وَالْعَذَابَ بِالْمَغْفِرَةِ ۚ فَمَا أَصْبَرَهُمْ عَلَى النَّارِ

Mereka itulah yang membeli kesesatan dengan petunjuk, dan azab dengan ampunan. Maka, alangkah beraninya mereka menghadapi api.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. أُولَٰئِكَ الَّذِينَ اشْتَرَوُا الضَّلَالَةَ بِالْهُدَىٰ وَالْعَذَابَ بِالْمَغْفِرَةِulaa'ika lladziina shtarawu d-dalaalata bi-l-hudaa wa-l-adzaaba bi-l-maghfiratimereka itulah yang membeli kesesatan dengan petunjuk, dan azab dengan ampunan
  2. فَمَا أَصْبَرَهُمْ عَلَى النَّارِfa-maa asbarahum alaa n-naarimaka alangkah beraninya mereka menghadapi api
Catatan pilihan kata (ringkas)

terjemahan lain di ayat ini SUDAH selaras dgn konvensi, teks terjemahan ini identik (tanpa perubahan): “…petunjuk dan azab dengan ampunan. Maka, alangkah beraniny…”. g-f-r: rumus ghafuurun rahiim 58 ayat konsisten (takrif diterjemahkan 'Sang': 39:53, 46:8); BUKAN tautologi, menutupi(gfr) + memberi(rhm) = dua tindakan. sebagian penerjemah: 'Those are they who bought error at the price of guidance, and punishment at the price of forgiveness, how they do strive for the Fire!, ' Corpus ayat ini: «magofirapi, TAKRIF». maghfirah diterjemahkan 'ampunan'.

Aplikasi

Frasa retoris 'alangkah beraninya mereka menentang api neraka' menyiratkan keheranan atas keberanian nekat orang yang memilih jalan salah meski konsekuensinya jelas. Konkretnya: ada semacam 'keberanian' yang sebenarnya kebutaan terhadap konsekuensi, perilaku merugikan diri yang terus diulang meski dampaknya jelas terlihat adalah pola yang layak direfleksikan: apakah keberanianku sungguh bijak, atau sekadar kenekatan buta?