ذَٰلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ نَزَّلَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ ۗ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُوا فِي الْكِتَابِ لَفِي شِقَاقٍ بَعِيدٍ

Yang demikian itu karena Allah menurunkan Kitab dengan kebenaran, dan sesungguhnya orang-orang yang berselisih tentang Kitab itu benar-benar dalam perselisihan yang jauh.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. ذَٰلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ نَزَّلَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّdzaalika bi-anna llaaha nazzala l-kitaaba bi-l-haqqiyang demikian itu karena Allah menurunkan Kitab dengan kebenaran
  2. وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُوا فِي الْكِتَابِ لَفِي شِقَاقٍ بَعِيدٍwa-inna lladziina khtalafuu fii l-kitaabi la-fii shiqaaqin ba'iidindan sesungguhnya orang-orang yang berselisih tentang Kitab itu benar-benar dalam perselisihan yang jauh
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar a-l-h, n-z-l, k-t-b, h-q-q, kh-l-f, sh-q-q, b-'-d): ikhtalafuu diterjemahkan 'berselisih'; shiqaaq ba'iid diterjemahkan 'perpecahan yang jauh'.. Selaras.

Aplikasi

Perpecahan yang 'jauh' dikaitkan dengan perselisihan tentang Kitab yang sebenarnya diturunkan dengan kebenaran tunggal, perpecahan bukan karena sumbernya ambigu, tapi karena cara manusia menafsirkan/memperlakukannya. Konkretnya: banyak perpecahan dalam komunitas beriman berakar bukan dari sumber kebenaran yang berbeda, tapi dari cara manusia menafsirkannya secara berlawanan, kesadaran ini mendorong kerendahan hati dalam berbeda pendapat, bukan merasa paling benar.