فَمَنْ بَدَّلَهُ بَعْدَمَا سَمِعَهُ فَإِنَّمَا إِثْمُهُ عَلَى الَّذِينَ يُبَدِّلُونَهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
Maka siapa yang mengubahnya setelah mendengarnya, sesungguhnya dosanya hanya bagi orang-orang yang mengubahnya. Sesungguhnya Allah Yang Mendengar lagi Sang Berilmu.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَمَنْ بَدَّلَهُ بَعْدَمَا سَمِعَهُ فَإِنَّمَا إِثْمُهُ عَلَى الَّذِينَ يُبَدِّلُونَهُfa-man baddalahu ba'damaa sami'ahu fa-innamaa itsmuhu alaa lladziina yubaddiluunahumaka siapa yang mengubahnya setelah mendengarnya, sesungguhnya dosanya hanya bagi orang-orang yang mengubahnya
- إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌinna llaaha samii'un aliimunsesungguhnya Allah Yang Mendengar lagi Sang Berilmu
Catatan pilihan kata (ringkas)
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain: sebutan diterjemahkan 'berilmu' (indefinit corpus, tanpa 'Maha'); sebutan pasangan yang belum dibedah dipertahankan sementara. Konvensi lm-C1: aliim diterjemahkan 'berilmu' (SATU rendering Allah+manusia; takrif diterjemahkan 'Sang Berilmu', indefinit kecil tanpa Maha; berobjek diterjemahkan 'berilmu akan X'); allaam diterjemahkan 'berilmu akan segala yang gaib'; aalim+objek diterjemahkan 'yang mengetahui yang gaib' (lema beda, bukan pembelahan). Probe: penyihir Fir'aun aliim 5×; 12:76. ⚠ C2 (aalamiin) & C3 (verba/'ilm/a'lam/'allama) menyusul. Lih..
Aplikasi
Dosa mengubah wasiat 'hanya bagi orang yang mengubahnya', pembuat wasiat asli terlindungi dari kesalahan pihak lain yang memanipulasi kehendaknya. Konkretnya: tanggung jawab moral melekat pada pelaku manipulasi, bukan korban yang niatnya sudah jelas dan baik, sebuah prinsip yang berlaku luas: yang bertanggung jawab atas penyimpangan adalah yang menyimpangkan, bukan yang niat awalnya lurus.