Ayat 2:183

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian, agar kalian bertakwa.

Terjemahan bertahap (1 jeda)
  1. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَyaa ayyuhaa lladziina aamanuu kutiba alaykumu s-siyaamu kamaa kutiba alaa lladziina min qablikum la'allakum tattaquunawahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian, agar kalian bertakwa
Aplikasi

Puasa diwajibkan dengan alasan eksplisit: 'agar kalian bertakwa', bukan sekadar ritual menahan lapar-haus, melainkan latihan kesadaran diri yang lebih dalam. Konkretnya: nilai puasa (atau disiplin diri serupa) terletak bukan pada penderitaan fisiknya semata, tapi pada kesadaran/pengendalian diri yang dibangunnya, mengukur keberhasilan puasa dari perubahan karakter, bukan sekadar ketahanan fisik.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar a-m-n, k-t-b, s-w-m, q-b-l, w-q-y): siyaam diterjemahkan 'berpuasa', akar s-w-m=menahan diri (putaran 79); 'berpuasa' dipertahankan (terjemahan belum diputus). Selaras.

Ayat 2:184

أَيَّامًا مَعْدُودَاتٍ ۚ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۚ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ ۖ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ ۚ وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ ۖ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Beberapa hari tertentu. Maka siapa di antara kalian sakit atau dalam perjalanan, maka sejumlah hari yang lain. Dan bagi orang-orang yang mampu menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin. Maka siapa yang dengan kerelaan mengerjakan kebajikan, itu lebih baik baginya. Dan berpuasa itu lebih baik bagi kalian, jika kalian mengetahui.

Terjemahan bertahap (6 jeda)
  1. أَيَّامًا مَعْدُودَاتٍayyaaman ma'duudaatinbeberapa hari tertentu
  2. فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَfa-man kaana minkum mariidan aw alaa safarin fa-iddatun min ayyaamin ukharamaka siapa di antara kalian sakit atau dalam perjalanan, maka sejumlah hari yang lain
  3. وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍwa-alaa lladziina yutiiquunahu fidyatun ta'aamu miskiinindan bagi orang-orang yang mampu menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin
  4. فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَهُfa-man tatawwa'a khayran fa-huwa khayrun lahumaka siapa yang dengan kerelaan mengerjakan kebajikan, itu lebih baik baginya
  5. وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْwa-an tasuumuu khayrun lakumdan berpuasa itu lebih baik bagi kalian
  6. إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَin kuntum ta'lamuunajika kalian mengetahui
Aplikasi

Kelonggaran diberikan bagi yang sakit/bepergian, dengan opsi fidyah bagi yang 'berat menjalankannya', hukum agama memperhitungkan kondisi nyata manusia, bukan standar tunggal kaku untuk semua. Konkretnya: aturan yang baik mengakomodasi keberagaman kondisi manusia (kesehatan, kemampuan, situasi) tanpa kehilangan esensinya, fleksibilitas dalam pelaksanaan tidak sama dengan pengabaian prinsip.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

kata-kata akar -l-m di ayat ini (mengetahui/ilmu/mengajarkan/lebih-mengetahui) mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras;: kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian (kelas morfologi corpus: murni-2MP); lem catatan kaki dibuang bila ada. Konvensi lm: C1 aliim diterjemahkan 'berilmu', C2 aalamiin diterjemahkan 'seisi alam', C3 verba/nomina = pemakaian diteruskan terjemahan lain (selaras).

Ayat 2:185

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Bulan Ramadan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan bukti-bukti yang jelas mengenai petunjuk dan pembeda. Maka siapa di antara kalian menyaksikan bulan itu, hendaklah berpuasa. Dan siapa yang sakit atau dalam perjalanan, maka sejumlah hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagi kalian, dan Dia tidak menghendaki kesukaran bagi kalian, dan agar kalian mencukupkan bilangannya, dan agar kalian mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya kepada kalian, dan agar kalian bersyukur.

Terjemahan bertahap (4 jeda)
  1. شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِshahru ramadaana lladzii unzila fiihi l-qur'aanu hudan li-n-naasi wa-bayyinaatin mina l-hudaa wa-l-furqaanibulan Ramadan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan bukti-bukti yang jelas mengenai petunjuk dan pembeda
  2. فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُfa-man shahida minkumu sh-shahra fa-l-yasumhumaka siapa di antara kalian menyaksikan bulan itu, hendaklah berpuasa
  3. وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَwa-man kaana mariidan aw alaa safarin fa-iddatun min ayyaamin ukharadan siapa yang sakit atau dalam perjalanan, maka sejumlah hari yang lain
  4. يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَyuriidu llaahu bikumu l-yusra wa-laa yuriidu bikumu l-usra wa-li-tukmiluu l-iddata wa-li-tukabbiruu llaaha alaa maa hadaakum wa-la'allakum tashkuruunaAllah menghendaki kemudahan bagi kalian, dan Dia tidak menghendaki kesukaran bagi kalian, dan agar kalian mencukupkan bilangannya, dan agar kalian mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya kepada kalian, dan agar kalian bersyukur
Aplikasi

Tujuan puasa dijelaskan lagi: Allah 'menghendaki kemudahan, tidak menghendaki kesukaran', prinsip yang secara eksplisit menolak pembebanan berlebihan dalam beragama. Konkretnya: interpretasi agama yang cenderung mempersulit dan membebani berlawanan dengan prinsip yang dinyatakan tegas di sini, kemudahan adalah nilai yang diakui, bukan kelemahan iman.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini murni (kamu diterjemahkan kalian per tag 2MP corpus; sufiks '-mu' jamak diterjemahkan 'kalian'), kata kunci syukur tak diubah (sisi-hamba sudah selaras). Konvensi shkr: manusia diterjemahkan 'bersyukur' (tanpa penanda intensitas; contoh serupa ghaffaar), Allah diterjemahkan 'mengganjar'/'pengganjar' (6 ayat, SEMUA indefinit diterjemahkan kecil tanpa 'Maha'), masykuur diterjemahkan 'diganjar'. Pembeda: 76:22 jazaa'≠mashkuur sesisian; 'menerima' milik akar q-b-l, 'menyambut' milik akar t-w-b; antonim kufr (76:3, 14:7, 27:40). Antonim resmi kufr ('contr. of kufraan') = menutupi (nikmat).