وَلَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُوا بِهَا إِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوا فَرِيقًا مِنْ أَمْوَالِ النَّاسِ بِالْإِثْمِ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ
Dan janganlah kalian memakan harta sesama kalian dengan cara yang batil, dan menyerahkannya kepada para hakim agar kalian dapat memakan sebagian harta manusia dengan cara yang berdosa, padahal kalian mengetahui.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَلَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُوا بِهَا إِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوا فَرِيقًا مِنْ أَمْوَالِ النَّاسِ بِالْإِثْمِ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَwa-laa ta'kuluu amwaalakum baynakum bi-l-baatili wa-tudluu bihaa ilaa l-hukkaami li-ta'kuluu fariiqan min amwaali n-naasi bi-l-itsmi wa-antum ta'lamuunadan janganlah kalian memakan harta sesama kalian dengan cara yang batil, dan menyerahkannya kepada para hakim agar kalian dapat memakan sebagian harta manusia dengan cara yang berdosa, padahal kalian mengetahui
Catatan pilihan kata (ringkas)
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: tidak menyentuh kata kunci akar (hukm/hikmah/verba mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras); kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian per tag 2MP corpus; pasangan sebutan lain (aliim/khabiir dst.) belum dibedah, dipertahankan sementara. Konvensi hkm: hakiim diterjemahkan 'penuh hikmah' (SATU rendering: Allah 91 + KITAB 5 + amr 1; takrif diterjemahkan 'Sang Penuh Hikmah', indefinit kecil tanpa Maha); hikmah diterjemahkan 'hikmah' (gloss '(sunah)' dibuang); muhkam diterjemahkan 'dikukuhkan' (11:1, 22:52); verba diterjemahkan 'memutuskan'; keluarga hakim (hakam/haakimiin/hukkaam) tetap 'hakim/penengah'. ⚠ hukm = passthrough terjemahan lain, sub-putusan MENUNGGU (6:57≡12:40≡12:67 tiga rendering). Lih.. Glos kitab (618): adh-dhikr al-hakiim = 'decides judicially' / 'FREE FROM DEFECT; no incongruity' ( diterjemahkan QS 4:82, uji metodologi kita).
Aplikasi
Larangan memakan harta secara batil DIPERLUAS eksplisit ke penyalahgunaan sistem hukum ('membawa urusan harta ke hakim' demi mengambil hak orang lain secara curang), korupsi sistemik disamakan levelnya dengan pencurian langsung. Konkretnya: memanfaatkan celah hukum atau birokrasi untuk mengambil hak orang lain secara 'sah di atas kertas' tapi curang secara substansi adalah pelanggaran yang setara dengan pencurian terang-terangan, legal tidak selalu berarti etis.