وَاقْتُلُوهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوهُمْ وَأَخْرِجُوهُمْ مِنْ حَيْثُ أَخْرَجُوكُمْ ۚ وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ ۚ وَلَا تُقَاتِلُوهُمْ عِنْدَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ حَتَّىٰ يُقَاتِلُوكُمْ فِيهِ ۖ فَإِنْ قَاتَلُوكُمْ فَاقْتُلُوهُمْ ۗ كَذَٰلِكَ جَزَاءُ الْكَافِرِينَ

Dan bunuhlah mereka di mana pun kalian menjumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka mengusir kalian. Dan fitnah lebih keras daripada pembunuhan. Dan janganlah kalian memerangi mereka di sisi Masjidilharam sampai mereka memerangi kalian di dalamnya. Maka jika mereka memerangi kalian, bunuhlah mereka. Demikianlah balasan bagi orang-orang yang kufur.

Terjemahan bertahap (5 jeda)
  1. وَاقْتُلُوهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوهُمْ وَأَخْرِجُوهُمْ مِنْ حَيْثُ أَخْرَجُوكُمْwa-qtuluuhum haytsu tsaqiftumuuhum wa-akhrijuuhum min haytsu akhrajuukumdan bunuhlah mereka di mana pun kalian menjumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka mengusir kalian
  2. وَالْفِتْنَةُ أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِwa-l-fitnatu ashaddu mina l-qatlidan fitnah lebih keras daripada pembunuhan
  3. وَلَا تُقَاتِلُوهُمْ عِنْدَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ حَتَّىٰ يُقَاتِلُوكُمْ فِيهِwa-laa tuqaatiluuhum inda l-masjidi l-haraami hattaa yuqaatiluukum fiihidan janganlah kalian memerangi mereka di sisi Masjidilharam sampai mereka memerangi kalian di dalamnya
  4. فَإِنْ قَاتَلُوكُمْ فَاقْتُلُوهُمْfa-in qaataluukum fa-qtuluuhummaka jika mereka memerangi kalian, bunuhlah mereka
  5. كَذَٰلِكَ جَزَاءُ الْكَافِرِينَka-dzaalika jazaa'u l-kaafiriinademikianlah balasan bagi orang-orang yang kufur
Catatan pilihan kata (ringkas)

(akar q-t-l, h-y-ts, ts-q-f, kh-r-j, f-t-n, sh-d-d, '-n-d, s-j-d, h-r-m, j-z-y, k-f-r): fitnah diterjemahkan 'PENINDASAN', BEDA dari terjemahan lain (mempertahankan 'fitnah'). Konteks 'lebih keras dari pembunuhan'=penindasan/pengusiran (sebagian penerjemah 'means of denial'), bukan 'fitnah' arti Indonesia modern.

Aplikasi

'Penindasan lebih keras dari pembunuhan' menegaskan hierarki nilai: menindas kebebasan/keyakinan orang lain dianggap kejahatan yang lebih berat daripada kekerasan fisik itu sendiri. Konkretnya: penindasan sistemik (menutup akses, mendiskriminasi, memaksa) terhadap keyakinan atau kebebasan orang lain adalah pelanggaran serius yang layak diperlakukan seserius kekerasan fisik, sebuah standar untuk menilai keseriusan penindasan struktural.