وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَعْدُودَاتٍ ۚ فَمَنْ تَعَجَّلَ فِي يَوْمَيْنِ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ وَمَنْ تَأَخَّرَ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ ۚ لِمَنِ اتَّقَىٰ ۗ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ

Dan ingatlah Allah pada hari-hari yang ditentukan jumlahnya. Maka siapa yang mempercepat dalam dua hari, tidak ada dosa baginya. Dan siapa yang mengakhirkan, tidak ada dosa baginya, bagi orang yang bertakwa. Dan bertakwalah kepada Allah, dan ketahuilah bahwa hanya kepada-Nya kalian akan dikumpulkan.

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَعْدُودَاتٍwa-dzkuruu llaaha fii ayyaamin ma'duudaatindan ingatlah Allah pada hari-hari yang ditentukan jumlahnya
  2. فَمَنْ تَعَجَّلَ فِي يَوْمَيْنِ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ وَمَنْ تَأَخَّرَ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِfa-man ta'ajjala fii yawmayni fa-laa itsma 'alayhi wa-man ta'akhkhara fa-laa itsma 'alayhimaka siapa yang mempercepat dalam dua hari, tidak ada dosa baginya, dan siapa yang mengakhirkan, tidak ada dosa baginya
  3. لِمَنِ اتَّقَىٰli-mani ttaqaabagi orang yang bertakwa
  4. وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَwa-ttaquu llaaha wa-'lamuu annakum ilayhi tuhsyaruunadan bertakwalah kepada Allah, dan ketahuilah bahwa hanya kepada-Nya kalian akan dikumpulkan

Terjemahan per kata (25 kata)

  1. وَاذْكُرُواwa-dzkuruudan ingatlah kalian
  2. اللَّهَllaahaAllah
  3. فِيfiipada
  4. أَيَّامٍayyaaminhari
  5. مَعْدُودَاتٍma'duudaatintertentu
  6. فَمَنْfa-manmaka orang yang
  7. تَعَجَّلَta'ajjalatergesa
  8. فِيfiidalam
  9. يَوْمَيْنِyawmaynidua hari
  10. فَلَاfa-laamaka tidak ada
  11. إِثْمَitsmadosa
  12. عَلَيْهِ'alayhiatasnya
  13. وَمَنْwa-mandan orang yang
  14. تَأَخَّرَta'akhkharaterkemudian
  15. فَلَاfa-laamaka tidak ada
  16. إِثْمَitsmadosa
  17. عَلَيْهِ'alayhiatasnya
  18. لِمَنِli-manibagi siapa
  19. اتَّقَىٰttaqaabertakwa
  20. وَاتَّقُواwa-ttaquudan jagalah diri dari
  21. اللَّهَllaahaAllah
  22. وَاعْلَمُواwa-'lamuudan ketahuilah kalian
  23. أَنَّكُمْannakumbahwa kalian
  24. إِلَيْهِilayhikepada-Nya
  25. تُحْشَرُونَtuhsyaruunakalian dikumpulkan

Inti bacaan

Kelonggaran waktu (boleh mempercepat atau mengakhirkan) di Mina 'tidak ada dosa baginya' menunjukkan fleksibilitas dalam pelaksanaan ritual, asalkan disertai ketakwaan, bukan kekakuan prosedural. Konkretnya: dalam menjalankan kewajiban, ada ruang penyesuaian waktu/cara yang sah selama esensinya (di sini: ketakwaan) tetap dijaga, fleksibilitas bukan kompromi terhadap prinsip.

Penjelasan pilihan kata

Perintah pembuka, (وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَعْدُودَاتٍ, wa-dzkuruu llaaha fii ayyaamin ma'duudaatin) "dan ingatlah Allah pada hari-hari yang ditentukan jumlahnya", bertumpu pada satu kata yang mudah diremehkan. (مَعْدُودَاتٍ, ma'duudaatin) adalah bentuk jamak perempuan dari akar yang berarti menghitung. Akar itu menyatakan sesuatu yang dikenai perbuatan menghitung, akar yang sama dengan (الْعَادِّينَ, al-'aaddiina) "mereka yang menghitung" di 23:113. Padanannya karena itu "yang ditentukan jumlahnya", bukan "beberapa": kata ini tidak berkata harinya sedikit, ia berkata harinya terhitung. Bentukan serupa muncul 7 kali di seluruh mushaf (2:80, 2:184, ayat ini, 3:24, 11:8, 11:104, 12:20), dan tak satu pun menyebutkan bilangannya. Ayat ini pun tidak: tidak menyebut berapa hari, tidak menamainya, tidak menunjuk tempatnya.

Rangkaian (فِي أَيَّامٍ, fii ayyaamin) "pada hari-hari" muncul 3 kali di mushaf (ayat ini, 22:28, 41:16), dan yang memikul perintah mengingat Allah hanya dua: ayat ini dan 22:28. Di 22:28 harinya (أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ, ayyaamin ma'luumaatin) "hari-hari yang telah ditentukan", akar yang berarti mengetahui, hari yang diketahui; di sini harinya terhitung. Beda itu berulang di dalam pasal ini: 2:197 menamai rentang bulannya (أَشْهُرٌ مَعْلُومَاتٌ, asyhurun ma'luumaatun) "beberapa bulan yang dimaklumi", sedangkan hari-hari di dalam rentang itu dinamai lewat bilangan.

Dua kata kerja yang mengapit izin berpasangan rapat. (تَعَجَّلَ, ta'ajjala) "mempercepat" satu-satunya kemunculan bentuk ini di mushaf. Lawannya, (تَأَخَّرَ, ta'akhkhara) "mengakhirkan", muncul 3 kali (ayat ini, 48:2, 74:37), dan pada 2 kemunculan lain tandingannya dari akar yang berarti mendahului: (مَا تَقَدَّمَ, maa taqaddama) di 48:2 dan (أَنْ يَتَقَدَّمَ, an yataqaddama) di 74:37. Hanya di sini "mengakhirkan" ditandingkan dengan "mempercepat", bukan "maju", jadi yang diperbandingkan kecepatan, bukan urutan barisan. Akar yang berarti belakang dan akhir itu juga bertemu "terhitung" di 11:8 dan 11:104, tapi di sana yang menangguhkan berkata "Kami", (نُؤَخِّرُهُ, nu'akhkhiruhu), sedangkan di sini yang mengakhirkan adalah orang atas dirinya sendiri. Ukuran hanya diberikan kepada satu sisi, (فِي يَوْمَيْنِ, fii yawmayni) "dalam dua hari"; titik mulai maupun batas akhir bagi yang mengakhirkan tidak dinyatakan.

Putusan atas kedua sisi diucapkan dengan rangkaian identik, (فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ, fa-laa itsma 'alayhi) "tidak ada dosa baginya", berbunyi 2 kali di ayat ini; di luar sini hanya ada di 2:173 dan 2:182, jadi keempat kemunculannya terkumpul di surah ini. Kata (إِثْمَ, itsma) "dosa" sepanjang 2:196-2:206 hanya berbunyi di ayat ini, dua kali, dan di 2:206 sebagai (بِالْإِثْمِ, bi-l-itsmi) "kepada dosa". Sesudah dua putusan sebunyi itu berdiri keterangan pendek (لِمَنِ اتَّقَىٰ, li-mani ttaqaa) "bagi orang yang bertakwa", muncul 2 kali di mushaf (ayat ini dan 4:77); pada bagian mana ia bergantung, peniadaan dosa saja atau seluruh perintah mengingat, tidak dinyatakan. Akar yang berarti menjaga dari bahaya itu berbunyi dua kali di sini dengan dua wajah: perbuatan selesai pada satu orang, (اتَّقَىٰ, ittaqaa), dan perintah kepada orang banyak, (وَاتَّقُوا اللَّهَ, wa-ttaquu llaaha) "dan bertakwalah kepada Allah"; isinya tak dirumuskan di sini, pegangan terdekatnya ada di 2:197, (خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ, khayra z-zaadi t-taqwaa) "sebaik-baik bekal adalah takwa". Penutupnya, (أَنَّكُمْ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ, annakum ilayhi tuhsyaruuna) "bahwa hanya kepada-Nya kalian akan dikumpulkan", memakai bentuk yang dikenai perbuatan: pembaca tidak berkumpul, ia dikumpulkan, dan yang dinyatakan hanya arahnya, bukan waktunya. Rangkaian (إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ, ilayhi tuhsyaruuna) muncul 7 kali di mushaf (ayat ini, 5:96, 6:72, 8:24, 23:79, 58:9, 67:24).

Tafsiran

Ayat ini menutup tiga perintah mengingat yang berderet sejak 2:198, dan hanya ia yang menambatkan pengingatan pada waktu: 2:198 pada tempat berhenti sesudah bertolak, 2:200 pada saat cara-cara ibadah tuntas dikerjakan, di sini pada hari-hari yang terhitung. Yang dikerjakannya bukan menambah kewajiban, melainkan menjawab sisa pertanyaan sesudah kewajiban habis disebut: berapa lama pengingatan itu dipegang, dan apa akibatnya bila seseorang berhenti lebih dahulu.

Jawabannya berbentuk cermin, sunyi tepat di bagian yang biasanya berbunyi. Dua langkah berlawanan arah menerima putusan sama kata demi kata, lalu tak satu pun diberi nilai lebih tinggi. Sandingan dengan 2:184 memperjelas apa yang sedang tidak dilakukan: di sana kelonggaran diberi peringkat, "dan berpuasa itu lebih baik bagi kalian", sementara di sini teks berhenti pada "tidak ada dosa" tanpa pernah menyambungnya dengan "lebih baik" untuk pihak mana pun. Kelonggaran 2:185 pun masih menagih bilangannya dilunasi di hari lain, sedangkan kelonggaran ayat ini tak menagih pengganti apa pun.

Yang menahan kelonggaran itu agar tak berubah menjadi pintu belakang bukan aturan tambahan, melainkan sebutan tentang orang. Pasal ini memperlihatkan kebalikannya tiga ayat kemudian: di 2:206 seseorang terbawa kepada dosa tepat ketika dikatakan kepadanya "bertakwalah kepada Allah", sedangkan di sini dosa dua kali dinyatakan tidak menimpa orang yang memilih cepat maupun lambat. Pertanggungjawaban bergeser, dari berapa hari yang dijalani kepada siapa yang menjalaninya. Penutupnya memakai rangkaian perintah bertakwa lalu mengetahui yang muncul 6 kali di mushaf, semuanya di surah ini (2:194, 2:196, ayat ini, 2:223, 2:231, 2:233). Pada empat di antaranya yang harus diketahui adalah sesuatu tentang Allah; hanya di ayat ini dan 2:223 yang harus diketahui adalah keadaan pembaca sendiri, dan keadaan itulah yang menampung selisih dua hari yang tak dipersoalkan.

Renungan dan Hikmah

  • Hanya satu dari dua pilihan di ayat ini yang diberi angka. Yang mempercepat dibatasi dua hari; yang mengakhirkan tidak dibatasi apa pun, dan keduanya tetap menerima putusan yang sebunyi. Ada kejanggalan yang menyenangkan di situ bagi siapa pun yang pernah diminta menjelaskan diri karena selesai lebih cepat, sementara yang berlama-lama tak pernah ditanya sampai kapan. Teks menaruh takaran di tempat yang tak biasa, bukan pada yang berlama-lama, melainkan pada yang bergegas, dan sesudah menakarnya pun tak menghukumnya. Pembaca yang biasa mengukur kesungguhan dengan lamanya bertahan menemukan ukuran itu tidak dipakai di sini.
  • Hari-hari itu terhitung, namun bilangannya tidak diucapkan di ayat ini, dan tidak juga di enam tempat lain yang memakai kata bentukan yang sama. Yang diberitahukan hanya bahwa pagar itu ada, bukan di mana letaknya. Pembaca berdiri di dalam sebuah takaran yang bukan miliknya, yang batasnya nyata tetapi angkanya dipegang pihak lain, dan justru di dalam takaran yang tidak ia tetapkan itu ia dipersilakan memilih cepat atau lambat. Kebanyakan orang menuntut kejelasan angka sebelum bersedia bergerak; ayat ini membalik urutannya, kelonggaran diberikan lebih dahulu, sedangkan bilangannya tetap tidak diucapkan.
  • Putusan yang sama diucapkan dua kali dengan kata yang sama persis, sekali untuk yang bergegas dan sekali untuk yang menunda, dan sesudahnya tidak ada satu pun kalimat yang berkata mana yang lebih baik. Sunyi itu terasa, sebab di tempat lain teks tidak segan memberi peringkat ketika memang hendak memberi peringkat. Yang tersisa bagi pembaca adalah dua jalan yang benar-benar sederajat, dan dengan begitu hilanglah alasan menakar diri terhadap orang yang memilih jalan sebelah. Siapa yang tinggal lebih lama tidak memperoleh keterangan bahwa ia lebih unggul, dan siapa yang pulang lebih dahulu tidak memperoleh keterangan bahwa ia berkurang.
  • Sesudah dua kali menyatakan tak ada dosa, ayat ini tidak menutup dengan penegasan bahwa jadwalnya lentur, melainkan dengan sebutan tentang orang, bagi orang yang bertakwa. Kelonggaran itu karena itu tidak berpindah tangan kepada kalendernya. Pembaca yang mencari celah menemukan celah itu menyebut dirinya, bukan aturannya, dan pencarian celah runtuh sendiri begitu yang disebut adalah pencarinya. Ada ironi halus di sini bagi kebiasaan menghitung apa yang paling ringan untuk dijalani, sebab ringan dan berat sudah disamakan lebih dahulu oleh teks, dan yang tersisa untuk dinilai justru bagian yang tak bisa disingkat, yaitu keadaan orangnya.
  • Dua kali ayat ini menolak menaruh dosa pada pilihan waktu, dan kata yang ditolaknya itu muncul lagi tiga ayat kemudian, di 2:206, justru pada orang yang tersinggung ketika diajak bertakwa. Dosa yang tidak ditemukan di dalam jadwal ternyata ditemukan di dalam reaksi terhadap ajakan. Bagi pembaca yang gelisah menimbang apakah menyelesaikan lebih cepat mengurangi nilainya, letak kegelisahan itu digeser: yang dipertaruhkan bukan hari yang dipilihnya, melainkan apa yang terjadi pada dirinya ketika nama Allah disebut kepadanya. Kecemasan yang tertuju pada hitungan hari ternyata sedang menghadap ke arah yang salah.
  • Sepanjang ayat ini pembaca adalah pelaku, ia mengingat, ia mempercepat atau mengakhirkan, ia bertakwa, ia mengetahui. Kata kerja yang paling akhir membalik kedudukan itu, sebab pembaca dikumpulkan, bukan berkumpul, dan tidak ada pilihan cepat atau lambat yang ditawarkan pada bagian itu. Semua kelonggaran yang baru saja diberikan berlaku di wilayah yang masih bisa diatur sendiri, lalu berhenti tepat di ambang yang tak bisa diatur siapa pun. Kebebasan memilih tempo dan kepastian akan dihimpun berdiri berdampingan dalam satu kalimat, dan yang pertama tidak pernah menggeser yang kedua sedikit pun.