وَإِذَا تَوَلَّىٰ سَعَىٰ فِي الْأَرْضِ لِيُفْسِدَ فِيهَا وَيُهْلِكَ الْحَرْثَ وَالنَّسْلَ ۗ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الْفَسَادَ

Dan apabila ia berpaling, ia berusaha berbuat kerusakan di bumi, dan merusak tanam-tanaman dan keturunan. Dan Allah tidak mencintai kerusakan.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. وَإِذَا تَوَلَّىٰ سَعَىٰ فِي الْأَرْضِ لِيُفْسِدَ فِيهَا وَيُهْلِكَ الْحَرْثَ وَالنَّسْلَwa-idzaa tawallaa sa'aa fii l-ardi li-yufsida fiihaa wa-yuhlika l-hartsa wa-n-nasladan apabila ia berpaling, ia berusaha berbuat kerusakan di bumi, dan merusak tanam-tanaman dan keturunan
  2. وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الْفَسَادَwa-llaahu laa yuhibbu l-fasaadadan Allah tidak mencintai kerusakan
Catatan pilihan kata (ringkas)

Hbb per konvensi ('mencintai' seragam; negasi tegas); per kelas morfologi; pasangan belum-dibedah dipertahankan sementara. Konvensi Hbb: 'mencintai/cinta' seragam termasuk NEGASI (laa yuhibbu diterjemahkan 'tidak mencintai', pelunakan 'tidak menyukai' terjemahan lain dibongkar); biji passthrough. Lih.. sebagian penerjemah: 'And when he turns away, he strives in the land working corruption therein and destroying tilth and progeny;1 and God loves not corruption.' h-b-b: verba habba/ahabba = mencintai; hubb/mahabbah = cinta; cabang kedua habb/habbah = biji (per corpus).

Aplikasi

Pola orang yang disebut di 2:204: begitu berpaling/berkuasa, langsung merusak tanaman dan ternak, kekuasaan yang disalahgunakan menyerang sumber kehidupan dasar masyarakat. Konkretnya: menilai kepemimpinan bukan dari kata-katanya saat mencari dukungan, tapi dari dampaknya terhadap sumber daya dasar masyarakat (pangan, lingkungan, mata pencaharian) setelah berkuasa.