سَلْ بَنِي إِسْرَائِيلَ كَمْ آتَيْنَاهُمْ مِنْ آيَةٍ بَيِّنَةٍ ۗ وَمَنْ يُبَدِّلْ نِعْمَةَ اللَّهِ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَتْهُ فَإِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Tanyakanlah kepada Bani Israil, “Berapa banyak tanda nyata yang telah Kami anugerahkan kepada mereka?” Dan siapa yang menukar nikmat Allah setelah nikmat itu datang kepadanya, sesungguhnya Allah keras hukuman-Nya.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. سَلْ بَنِي إِسْرَائِيلَ كَمْ آتَيْنَاهُمْ مِنْ آيَةٍ بَيِّنَةٍsal banii israa'iila kam aataynaahum min aayatin bayyinatintanyakanlah kepada Bani Israil, berapa banyak tanda nyata yang telah Kami anugerahkan kepada mereka
  2. وَمَنْ يُبَدِّلْ نِعْمَةَ اللَّهِ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَتْهُ فَإِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِwa-man yubaddil ni'mata llaahi min ba'di maa jaa'atsu fa-inna llaaha shadiidu l-iqaabidan siapa yang menukar nikmat Allah setelah nikmat itu datang kepadanya, sesungguhnya Allah keras hukuman-Nya
Catatan pilihan kata (ringkas)

Akar akar a-y (aayah) diterjemahkan 'tanda' (keputusan Pak FD 16 Jul, tanpa pengecualian; lih.). Ayat ini termasuk 55 yang SENGAJA ditunda di rollout pertama karena terjemahan lain memakai 'bukti/mukjizat/keterangan', kata yang bisa menerjemahkan bayyinah/sultaan, bukan aayah. Diselesaikan setelah pemilahan per-LEMA (bukan akar: akar byn mencakup bayyinah/bayna/mubiin yang beda-beda) dan pembacaan teks per-ayat. Padanan pesaing (bayyinah/sultaan) SENGAJA dipertahankan, hanya aayah yang diganti. sebagian penerjemah: 'Ask thou the children of Israel how many a clear proof We gave them. And whoso changes the favour of God after it has come to him: God is severe in retribution.'

Aplikasi

Pertanyaan retoris tentang berapa banyak 'tanda nyata' yang diberikan kepada Bani Israil menyoroti betapa banyaknya bukti yang sudah diberikan namun tetap diingkari, kelimpahan bukti tidak otomatis menghasilkan kesetiaan. Konkretnya: memiliki banyak pengetahuan/pengalaman spiritual di masa lalu tidak menjamin konsistensi di masa depan, kewaspadaan terhadap kemunduran meski sudah banyak menerima 'nikmat', bukan menganggapnya jaminan permanen.