يَسْأَلُونَكَ مَاذَا يُنْفِقُونَ ۖ قُلْ مَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ خَيْرٍ فَلِلْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ ۗ وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ
Mereka bertanya kepadamu, apa yang harus mereka infakkan. Katakanlah, “Harta apa saja yang kalian infakkan, maka bagi kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, dan ibnusabil.” Dan kebaikan apa saja yang kalian kerjakan, sesungguhnya Allah mengetahuinya.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- يَسْأَلُونَكَ مَاذَا يُنْفِقُونَyas'aluunaka maadzaa yunfiquunamereka bertanya kepadamu, apa yang harus mereka infakkan
- قُلْ مَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ خَيْرٍ فَلِلْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِqul maa anfaqtum min khayrin fa-li-l-waalidayni wa-l-aqrabiina wa-l-yataamaa wa-l-masaakiini wa-bni s-sabiilikatakanlah, harta apa saja yang kalian infakkan, maka bagi kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, dan ibnusabil
- وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌwa-maa taf'aluu min khayrin fa-inna llaaha bihi aliimundan kebaikan apa saja yang kalian kerjakan, sesungguhnya Allah mengetahuinya
Catatan pilihan kata (ringkas)
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain: sebutan diterjemahkan 'berilmu' (indefinit corpus, tanpa 'Maha'); sebutan pasangan yang belum dibedah dipertahankan sementara. Konvensi lm-C1: aliim diterjemahkan 'berilmu' (SATU rendering Allah+manusia; takrif diterjemahkan 'Sang Berilmu', indefinit kecil tanpa Maha; berobjek diterjemahkan 'berilmu akan X'); allaam diterjemahkan 'berilmu akan segala yang gaib'; aalim+objek diterjemahkan 'yang mengetahui yang gaib' (lema beda, bukan pembelahan). Probe: penyihir Fir'aun aliim 5×; 12:76. ⚠ C2 (aalamiin) & C3 (verba/'ilm/a'lam/'allama) menyusul. Lih.. sebagian penerjemah: 'They ask thee what they should spend.
Aplikasi
Prioritas infak diurutkan jelas: orang tua, kerabat, yatim, miskin, musafir, struktur konsentris dari yang terdekat ke yang lebih luas. Konkretnya: kedermawanan yang sehat dimulai dari lingkaran terdekat (keluarga) sebelum meluas ke lingkaran lebih jauh, bukan mengabaikan tanggung jawab dekat demi citra kedermawanan yang lebih terlihat publik.