يَسْأَلُونَكَ مَاذَا يُنْفِقُونَ ۖ قُلْ مَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ خَيْرٍ فَلِلْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ ۗ وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ
Mereka bertanya kepadamu, apa yang harus mereka infakkan. Katakanlah, “Harta apa saja yang kalian infakkan, maka bagi kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, dan ibnusabil.” Dan kebaikan apa saja yang kalian kerjakan, sesungguhnya Allah mengetahuinya.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- يَسْأَلُونَكَ مَاذَا يُنْفِقُونَyas'aluunaka maadzaa yunfiquunamereka bertanya kepadamu, apa yang harus mereka infakkan
- قُلْ مَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ خَيْرٍ فَلِلْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِqul maa anfaqtum min khayrin fa-li-l-waalidayni wa-l-aqrabiina wa-l-yataamaa wa-l-masaakiini wa-bni s-sabiilikatakanlah, harta apa saja yang kalian infakkan, maka bagi kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, dan ibnusabil
- وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌwa-maa taf'aluu min khayrin fa-inna llaaha bihi 'aliimundan kebaikan apa saja yang kalian kerjakan, sesungguhnya Allah mengetahuinya
Terjemahan per kata (22 kata)
- يَسْأَلُونَكَyas'aluunakamereka bertanya kepadamu
- مَاذَاmaadzaaapa
- يُنْفِقُونَyunfiquunamenginfakkan
- قُلْqulkatakanlah
- مَاmaaapa pun yang
- أَنْفَقْتُمْanfaqtumkalian infakkan
- مِنْmindari
- خَيْرٍkhayrinkebaikan
- فَلِلْوَالِدَيْنِfa-li-l-waalidaynimaka bagi kedua orang tua
- وَالْأَقْرَبِينَwa-l-aqrabiinadan kerabat terdekat
- وَالْيَتَامَىٰwa-l-yataamaadan anak-anak yatim
- وَالْمَسَاكِينِwa-l-masaakiinidan orang-orang miskin
- وَابْنِwa-bnidan anak
- السَّبِيلِs-sabiilijalan
- وَمَاwa-maadan apa pun yang
- تَفْعَلُواtaf'aluukalian melakukan
- مِنْmindari
- خَيْرٍkhayrinkebaikan
- فَإِنَّfa-innamaka sesungguhnya
- اللَّهَllaahaAllah
- بِهِbihipadanya
- عَلِيمٌ'aliimunberilmu
Inti bacaan
Prioritas infak diurutkan jelas: orang tua, kerabat, yatim, miskin, musafir, struktur konsentris dari yang terdekat ke yang lebih luas. Konkretnya: kedermawanan yang sehat dimulai dari lingkaran terdekat (keluarga) sebelum meluas ke lingkaran lebih jauh, bukan mengabaikan tanggung jawab dekat demi citra kedermawanan yang lebih terlihat publik.
Penjelasan pilihan kata
Pertanyaan yang membuka ayat ini dibawa satu kata saja, (يَسْأَلُونَكَ, yas'aluunaka), "mereka bertanya kepadamu", yang memuat kata kerja, pelaku orang ketiga jamak, dan sasaran orang kedua tunggal di ujungnya. Bentuk ini dipakai 13 kali di seluruh Al-Qur'an, dan 6 di antaranya berada di dalam surah ini saja, yaitu 2:189, 2:215, 2:217, 2:219, 2:220, dan 2:222. Pasangan kata tanya "apa" dengan kata kerja membelanjakan, (مَاذَا يُنْفِقُونَ, maadzaa yunfiquuna), "apa yang harus mereka infakkan", hanya terjadi 2 kali di mushaf, yaitu di ayat ini dan di 2:219, dan kedua tempat itu menerima jawaban yang tidak sama. Sesudah kata perintah (قُلْ, qul), "katakanlah", orangnya bergeser. Pertanyaannya memakai orang ketiga jamak, (يُنْفِقُونَ, yunfiquuna), "mereka infakkan", sedangkan jawabannya memakai orang kedua jamak, (أَنْفَقْتُمْ, anfaqtum), "kalian infakkan", bentuk lampau dari akar yang berarti membelanjakan. Akar itu dipakai 4 kali di mushaf, yaitu 2:215, 2:270, 34:39, dan 60:10. Yang bertanya disebut sebagai mereka, yang dijawab disebut sebagai kalian, dan karena itu terjemahan tidak meneruskan kata "mereka" ke bagian kedua ayat.
Kata tanya itu sendiri tidak dipakai lagi di jawaban. Dua (مَا, maa) yang membuka kedua bagian jawaban bukan kata tanya melainkan penanda syarat, sehingga jawabannya tidak berbentuk keterangan tentang benda yang diinfakkan melainkan syarat beserta akibatnya. Akibat itu diberi tanda sendiri, huruf (فَ, fa) yang melekat di depan (فَلِلْوَالِدَيْنِ, fa-li-l-waalidayni), dan itulah yang dibawa kata "maka" dalam terjemahan, jadi ia bukan sambungan gaya melainkan penanda yang memang ada di teksnya. Syarat yang kedua bahkan menampakkan diri pada bentuk kata kerjanya, (تَفْعَلُوا, taf'aluu), "kalian kerjakan", yang kehilangan huruf nun di ujungnya, berbeda dari (يُنْفِقُونَ, yunfiquuna) di pertanyaan yang masih memakainya.
Rangkaian (مِنْ خَيْرٍ, min khayrin) muncul 2 kali di dalam ayat ini, dan terjemahannya berbeda pada masing-masing tempat, "harta apa saja" ketika ia menempel pada kata membelanjakan, "kebaikan apa saja" ketika ia menempel pada kata mengerjakan. Kata (خَيْرٍ, khayrin) dari akar yang berarti baik dan terpilih, dan ia sendiri berarti "kebaikan", tanpa kata sandang dan didahului huruf yang menunjuk sebagian dari sesuatu, jadi maknanya "sesuatu yang termasuk kebaikan", bukan kebaikan secara keseluruhan. Kata itu menanggung dua muatan di dalam surah ini juga, sebab di 2:180 ia menyebut apa yang ditinggalkan seseorang menjelang kematiannya, (إِنْ تَرَكَ خَيْرًا, in taraka khayran), "jika ia meninggalkan harta". Yang memutuskan muatan mana yang berlaku bukanlah kata itu, melainkan kata kerja yang mengikatnya. Rangkaiannya dipakai 12 kali di mushaf, di antaranya 2:110, 2:197, dan 2:272.
Penerima disebut dengan huruf (لِ, li) yang berarti "bagi", bukan dengan kata kerja memberi, dan karena huruf itu seluruh nama di dalam daftar berdiri dalam bentuk yang dikuasainya. Itu terbaca sampai ke bunyi terakhir tiap kata. (وَالْمَسَاكِينِ, wa-l-masaakiini) di ayat ini berakhir dengan bunyi i, sedangkan daftar yang hampir sama di 2:177 berbunyi (وَالْمَسَاكِينَ, wa-l-masaakiina) dengan bunyi a, sebab di sana daftar itu menjadi sasaran kata kerja memberi. Kontras satu bunyi itulah yang membedakan "maka bagi kedua orang tua" di ayat ini dari "memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat" di 2:177.
Empat nama pertama berbentuk lebih dari satu orang, yang terakhir tidak. (فَلِلْوَالِدَيْنِ, fa-li-l-waalidayni) dari akar yang berarti melahirkan berbentuk dua orang, jadi "kedua orang tua", bukan orang tua secara umum. (وَالْأَقْرَبِينَ, wa-l-aqrabiina) dari akar yang berarti dekat bukan kata benda kekerabatan biasa melainkan bentuk berjenjang, "yang lebih dekat", sedangkan daftar sejenis di 6 ayat lain memakai (الْقُرْبَىٰ, al-qurbaa) pada tempat yang sama, yaitu 2:177, 4:36, 8:41, 17:26, 30:38, dan 59:7. (وَالْيَتَامَىٰ, wa-l-yataamaa) berbentuk jamak dari akar yang berarti sendirian tanpa ayah, dan akar itu ditemukan 23 kali di mushaf, semuanya dari satu lema tunggal, jadi teksnya tidak menyediakan kata lain untuk golongan ini. (وَالْمَسَاكِينِ, wa-l-masaakiini) berasal dari akar yang berarti diam dan tenang, akar yang juga melahirkan kata untuk berdiam dan untuk tempat tinggal, masing-masing ditemukan 15 kali dan 12 kali di mushaf. Nama terakhir, (وَابْنِ السَّبِيلِ, wa-bni s-sabiili), berbentuk tunggal dan secara harfiah berarti "anak jalan", sebab ia dikenali bukan lewat hubungannya dengan yang memberi melainkan lewat keberadaannya di sebuah jalan. Rangkaian ini dipakai 8 kali di mushaf, yaitu di 2:177, 2:215, 4:36, 8:41, 9:60, 17:26, 30:38, dan 59:7. Teksnya di sini tidak menyebutkan siapa yang terhitung sebagai anak jalan, dari mana asalnya, atau sampai kapan ia terhitung demikian, dan satu-satunya tempat yang meletakkannya di dalam daftar penerima yang lebih terperinci adalah 9:60.
Penutupnya, (فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ, fa-inna llaaha bihi 'aliimun), dipakai 3 kali di mushaf, yaitu di ayat ini, 2:273, dan 3:92. Huruf (بِهِ, bihi), "akan hal itu", mengikat pengetahuan itu pada satu sasaran, dan sasaran itulah yang muncul sebagai akhiran "-nya" pada "mengetahuinya" di dalam terjemahan, jadi ia bukan tambahan penerjemah. Bedanya dengan 2:273 ada pada kata kerja yang disyaratkan, di sana "kalian nafkahkan", di sini (تَفْعَلُوا, taf'aluu), "kalian kerjakan", dari akar yang berarti berbuat. Akar itu cakupannya lebih luas daripada membelanjakan.
Tafsiran
Ayat ini menjawab pertanyaan yang diajukan kepadanya dengan menggeser sumbunya. Yang ditanyakan adalah benda apa yang mesti dikeluarkan, yang dijawab adalah ke arah siapa ia mengalir. Pergeseran itu bukan penghindaran, sebab sebuah daftar benda akan berhenti pada apa yang dimiliki penanya, sedangkan sebuah daftar tujuan meletakkan siapa saja yang berhak mengharap darinya. Pertanyaan yang sama diajukan sekali lagi di 2:219, dan di sana pun ia tidak dijawab dengan daftar benda melainkan dengan takaran, (قُلِ الْعَفْوَ, quli l-'afwa), "katakanlah, kelebihan". Teksnya tidak menyatakan bahwa susunan nama di dalam daftar ini merupakan sebuah peringkat, dan tidak menyebut apa yang terjadi bila salah satu terlewat, yang ada hanyalah urutan penyebutan yang bermula pada yang paling dekat. Dua kali pertanyaan itu diajukan di surah ini, dua kali ia dipulangkan bukan sebagai perkara benda, sekali sebagai perkara arah dan sekali sebagai perkara ukuran.
Dua nama yang membuka daftarnya menempatkan ayat ini pada satu jalinan yang jelas. Pasangan kedua orang tua dan yang terdekat dipakai 3 kali di seluruh Al-Qur'an dalam bentuk ini, yaitu 2:180, 2:215, dan 4:135. Di 2:180 keduanya menerima apa yang ditinggalkan seseorang ketika mautnya datang, di ayat ini keduanya menerima apa yang dikeluarkan seseorang selagi ia masih hidup, jadi kedua ujung itu dijaga oleh pasangan nama yang sama. Lalu 4:135 memutar arahnya, sebab di sana keduanya bukan lagi pihak yang menerima melainkan pihak yang tidak boleh dimenangkan ketika kesaksian harus ditegakkan. Yang paling dekat memegang hak pertama atas harta seseorang dan tidak memegang hak apa pun atas kejujurannya. Teks itu sendiri yang meletakkan kedua batas tersebut, dan tak satu pun dari keduanya meruntuhkan yang lain.
Letaknya di dalam surah pun bekerja. Ia satu dari 6 ayat di surah ini yang dibuka dengan "mereka bertanya kepadamu". Sesudahnya, 2:216 ditutup dengan (وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ, wa-llaahu ya'lamu wa-antum laa ta'lamuuna), "dan Allah mengetahui, sedangkan kalian tidak mengetahui", memakai akar yang sama dengan penutup ayat ini, dan akar itu muncul 2 kali di dalam 2:216. Dua ayat yang bersebelahan berakhir pada tempat yang sama, yaitu pengetahuan pembaca tentang nilai perbuatannya sendiri yang tidak pernah menjadi penentu. Yang berbeda hanyalah soalnya, di sini tentang bobot apa yang diberikan, di sana tentang baik atau buruknya apa yang dibebankan.
Renungan dan Hikmah
- Pertanyaan yang dibawa ke dalam ayat ini adalah pertanyaan yang mudah dijawab dengan memeriksa lemari, yaitu apa yang layak dikeluarkan dan apa yang boleh ditahan. Jawaban yang diterimanya tidak menyebut satu benda pun. Ia menyebut alamat. Bagi pembaca yang datang membawa pertanyaan serupa, ada sesuatu yang tidak nyaman di situ, sebab selama pertanyaannya masih tentang benda, ia masih pertanyaan tentang dirinya sendiri, tentang seberapa banyak yang sanggup ia lepaskan tanpa terasa. Begitu jawabannya berupa daftar orang, yang diperiksa berpindah, bukan lagi isi lemari melainkan siapa saja yang sudah lama berada di dekatnya tanpa pernah masuk hitungan.
- Nama pertama di daftar itu berbentuk dua orang, dan dua orang itu sudah dikenal pembaca sejak sebelum ia bisa mengenal siapa pun. Menempatkan mereka di depan anak yatim dan orang miskin memindahkan kedermawanan dari tempat yang paling terlihat ke tempat yang paling jarang dilihat. Memberi kepada orang yang jauh menghasilkan sesuatu yang bisa diceritakan, sedangkan memberi kepada dua orang yang melahirkan pembaca tidak menghasilkan apa pun yang layak diceritakan, sebab ia terbaca sebagai hal yang semestinya begitu. Justru yang tak menghasilkan cerita itulah yang disebut lebih dulu, tepat sesudah huruf penanda akibat yang diterjemahkan "maka".
- Ayat ini tidak menyebutkan berapa. Ia menyebutkan syarat, "harta apa saja yang kalian infakkan", lalu langsung berpindah ke tujuannya, sehingga bagian yang paling ingin diketahui seseorang yang bertanya tentang harta justru dilewati. Pembaca yang mencari angka di sini tidak akan menemukannya, dan yang paling dekat dengan angka terletak pada jawaban kedua atas pertanyaan yang sama di 2:219, yaitu "kelebihan", satu kata yang mengukur bukan jumlah yang dikeluarkan melainkan sisa yang tinggal. Ketiadaan angka menutup satu jalan keluar, sebab tidak ada batas yang bisa dilewati untuk kemudian dianggap sudah selesai.
- Satu kata yang sama dipakai dua kali di ayat ini, sekali untuk apa yang dibelanjakan dan sekali untuk apa yang dikerjakan, dan terjemahannya berpindah dari "harta" ke "kebaikan" semata karena kata kerja di sebelahnya berpindah. Akibatnya bagi pembaca cukup besar, sebab ayat yang dibuka sebagai pertanyaan tentang harta ditutup sebagai pertanyaan tentang perbuatan. Orang yang tidak punya apa-apa untuk dikeluarkan tidak tersingkir dari ayat ini pada bagian akhirnya, karena bagian akhir itu tidak lagi menagih harta. Sebaliknya, orang yang punya banyak juga belum selesai urusannya hanya dengan mengeluarkan harta, sebab ukuran yang sama masih menunggu perbuatannya.
- Empat nama pertama tersambung ke pembaca melalui sesuatu, yaitu kelahiran, kedekatan, kehilangan, dan kekurangan. Nama terakhir tersambung ke jalan. Ia disebut tunggal sementara empat sebelumnya disebut lebih dari satu, dan ia satu-satunya yang dikenali bukan dari hubungannya dengan pembaca melainkan dari keberadaannya di sebuah perjalanan. Teksnya tidak menyebutkan siapa dia, dari mana, hendak ke mana, atau berapa lama ia masih di jalan. Yang tersisa bagi pembaca adalah kewajiban tanpa keterangan, yaitu seseorang yang tidak bisa diperiksa dulu latar belakangnya sebelum diberi.
- Daftar penerima berhenti sebelum ayat ini berakhir. Bagian penutupnya tidak menyebut satu penerima pun, hanya menyebut bahwa apa yang dikerjakan itu diketahui. Bagi pembaca, letak tanda terima berpindah karena itu. Pemberian yang tanda terimanya berasal dari penerima akan bergantung pada apakah penerima menyadarinya, mengingatnya, dan sempat mengakuinya, dan tak satu pun dari ketiganya dijanjikan di ayat ini. Yang dijanjikan hanya bahwa perbuatan itu tidak lewat tanpa diketahui. Pemberian yang tidak diakui siapa pun karena itu bukanlah pemberian yang tidak tercatat, dan pemberian yang ramai diakui tidak dengan sendirinya lebih tercatat.