كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
Diwajibkan atas kalian berperang, padahal itu kalian benci. Dan boleh jadi kalian membenci sesuatu, padahal itu baik bagi kalian, dan boleh jadi kalian mencintai sesuatu, padahal itu buruk bagi kalian. Dan Allah mengetahui, sedangkan kalian tidak mengetahui.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَكُمْkutiba alaykumu l-qitaalu wa-huwa kurhun lakumdiwajibkan atas kalian berperang, padahal itu kalian benci
- وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْwa-asaa an takrahuu shay'an wa-huwa khayrun lakumdan boleh jadi kalian membenci sesuatu, padahal itu baik bagi kalian
- وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْwa-asaa an tuhibbuu shay'an wa-huwa sharrun lakumdan boleh jadi kalian mencintai sesuatu, padahal itu buruk bagi kalian
- وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَwa-llaahu ya'lamu wa-antum laa ta'lamuunadan Allah mengetahui, sedangkan kalian tidak mengetahui
Catatan pilihan kata (ringkas)
C3 passthrough: kata-kata akar -l-m di ayat ini (mengetahui/ilmu/mengajarkan/lebih-mengetahui) mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras;: kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian (kelas morfologi corpus: murni-2MP); lem catatan kaki dibuang bila ada. Konvensi lm: C1 aliim diterjemahkan 'berilmu', C2 aalamiin diterjemahkan 'seisi alam', C3 verba/nomina = passthrough terjemahan lain (selaras). Lih.. sebagian penerjemah: 'Fighting is prescribed for you,1 though2 it be hateful to you. And it may be that you hate a thing and it is good for you; and it may be that you love a thing and it is bad for you.
Aplikasi
Pengakuan jujur bahwa perang (dan kewajiban sulit lainnya) dibenci secara alami, namun 'boleh jadi kalian membenci sesuatu padahal itu baik', sebuah prinsip epistemologis penting: perasaan tidak suka bukan indikator akurat tentang apa yang baik bagi diri. Konkretnya: keputusan besar dalam hidup (karier, pengorbanan, disiplin) sering terasa tidak nyaman pada awalnya, ketidaknyamanan bukan bukti bahwa pilihan itu salah, sebagaimana kenyamanan bukan bukti bahwa pilihan itu benar.