نِسَاؤُكُمْ حَرْثٌ لَكُمْ فَأْتُوا حَرْثَكُمْ أَنَّىٰ شِئْتُمْ ۖ وَقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ مُلَاقُوهُ ۗ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ
Istri-istri kalian adalah ladang bagi kalian, maka datangilah ladang kalian itu bagaimana pun kalian kehendaki. Dan dahulukanlah untuk diri kalian sendiri. Dan bertakwalah kepada Allah, dan ketahuilah bahwa kalian akan menemui-Nya. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang mukmin.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- نِسَاؤُكُمْ حَرْثٌ لَكُمْ فَأْتُوا حَرْثَكُمْ أَنَّىٰ شِئْتُمْnisaa'ukum hartsun lakum fa-tuu hartsakum annaa syi'tumistri-istri kalian adalah ladang bagi kalian, maka datangilah ladang kalian itu bagaimana pun kalian kehendaki
- وَقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْwa-qaddimuu li-anfusikumdan dahulukanlah untuk diri kalian sendiri
- وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ مُلَاقُوهُwa-ttaquu llaaha wa-'lamuu annakum mulaaquuhudan bertakwalah kepada Allah, dan ketahuilah bahwa kalian akan menemui-Nya
- وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَwa-basysyiri l-mu'miniinadan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang mukmin
Terjemahan per kata (16 kata)
- نِسَاؤُكُمْnisaa'ukumistri-istri kalian
- حَرْثٌhartsuntanaman
- لَكُمْlakumbagi kalian
- فَأْتُواfa-tuumaka datangkanlah
- حَرْثَكُمْhartsakumladang kalian
- أَنَّىٰannaabagaimana
- شِئْتُمْsyi'tumkalian kehendaki
- وَقَدِّمُواwa-qaddimuudan dahulukanlah kalian
- لِأَنْفُسِكُمْli-anfusikumuntuk diri kalian
- وَاتَّقُواwa-ttaquudan jagalah diri dari
- اللَّهَllaahaAllah
- وَاعْلَمُواwa-'lamuudan ketahuilah kalian
- أَنَّكُمْannakumbahwa kalian
- مُلَاقُوهُmulaaquuhuyang menemui-Nya
- وَبَشِّرِwa-basysyiridan sampaikanlah kabar gembira
- الْمُؤْمِنِينَl-mu'miniinaorang-orang beriman
Inti bacaan
Metafora 'ladang' untuk relasi suami-istri disertai perintah 'utamakanlah untuk diri kalian', hubungan intim dikaitkan dengan kesadaran lebih besar (persiapan menghadap Allah), bukan sekadar pemenuhan hasrat terpisah dari makna. Konkretnya: bahkan aspek paling privat dari hubungan manusia (di sini: keintiman pernikahan) tetap terhubung dengan kerangka kesadaran spiritual yang lebih besar, tidak ada ranah hidup yang benar-benar terpisah dari kesadaran akan Allah.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka (نِسَاؤُكُمْ حَرْثٌ لَكُمْ, nisaa'ukum hartsun lakum) "istri-istri kalian adalah ladang bagi kalian". Kata (حَرْثٌ, hartsun) berakar pada akar yang berarti mengolah tanah, akar yang muncul 10 kali di 6 surah: di sini, 2:71, 2:205, 3:14, 3:117, 6:136, 6:138, 21:78, 42:20, dan 68:22. Di dalam surah ini sendiri akar ini muncul tiga kali dengan tiga rujukan berbeda: di 2:71 pada sapi yang mengairi ladang secara harfiah, di 2:205 pada tanaman yang dirusak, dan di sini pada sebuah perumpamaan. Gambar yang dipakai bukan gambar yang asing bagi surah ini; ia sudah dua kali dipakai secara harfiah sebelum dipakai sebagai perumpamaan di sini.
(فَأْتُوا حَرْثَكُمْ أَنَّىٰ شِئْتُمْ, fa'tuu hartsakum annaa syi'tum) "maka datangilah ladang kalian bagaimana pun kalian kehendaki". (أَنَّىٰ, annaa) "bagaimana pun" muncul 28 kali di 19 surah, sebagian besar sebagai kata tanya "bagaimana" atas sesuatu yang tampak mustahil: (أَنَّىٰ يَكُونُ لِي غُلَامٌ, annaa yakuunu lii ghulaamun) "bagaimana aku bisa mempunyai anak laki-laki" di 19:20, (أَنَّىٰ يُحْيِي هَٰذِهِ, annaa yuhyii haadzihi) "bagaimana Allah menghidupkan ini" di 2:259 tentang sebuah negeri yang telah runtuh, dan (فَأَنَّىٰ تُؤْفَكُونَ, fa-annaa tu'fakuuna) "maka bagaimana kalian dipalingkan" di 6:95. Di sini ia melekat pada perumpamaan ladang yang baru disebut, dan cakupannya terikat pada perumpamaan itu, bukan berdiri lepas tanpa gambar yang mendahuluinya.
(وَقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ, wa-qaddimuu li-anfusikum) "dan kirimkanlah lebih dulu untuk diri kalian sendiri", satu-satunya kemunculan rangkaian ini. Kata kerja (قَدِّمُوا, qaddimuu) menyiratkan sesuatu yang dikirim mendahului kedatangan pemiliknya, gambar yang sejalan dengan perumpamaan menanam yang baru disebut: sesuatu yang ditanam sekarang untuk dituai kemudian.
(وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ مُلَاقُوهُ, wa-ttaquu llaaha wa-'lamuu annakum mulaaquuhu) "dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kalian akan menemui-Nya". (مُلَاقُوهُ, mulaaquuhu) satu-satunya bentuk ini di seluruh mushaf. Ayat berpindah dari perumpamaan tentang ladang menuju pertemuan yang pasti terjadi, tanpa penghubung selain huruf wa.
Penutupnya, (وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ, wa-basysyiri l-mu'miniina) "dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman", muncul 5 kali di mushaf: di sini, 9:112, 10:87, 33:47, dan 61:13. Sapaan berubah dari jamak, "kalian", ke tunggal, kata kerja perintah yang menyapa satu orang. Ayat yang dibuka dengan sapaan kepada banyak orang berakhir dengan perintah kepada satu orang saja.
Tafsiran
Perumpamaan yang dipakai ayat ini bukan gambar baru bagi surah ini. Akar katanya sudah dua kali dipakai sebelumnya, sekali secara harfiah untuk ladang yang diairi di 2:71, sekali untuk ladang yang dirusak di 2:205. Ayat ini memanggil kembali gambar yang sudah dikenal pembaca dari dua tempat sebelumnya, bukan memperkenalkan metafora yang berdiri sendiri tanpa akar di dalam surah yang sama.
Kata penanda cara yang melekat pada perumpamaan ladang tidak berdiri lepas; ia terikat pada gambar yang mendahuluinya. Sebuah ladang punya musim dan cara menanam yang berlainan, dan punya batas yang tidak bisa dilampaui tanpa merusak ladang itu sendiri. Perumpamaan yang dipilih ayat ini membawa serta batasan yang melekat pada gambarnya, bukan kebebasan tanpa bentuk.
Perintah mengirimkan sesuatu lebih dulu untuk diri sendiri berdiri tepat sesudah perumpamaan menanam, dan keduanya berbagi gagasan yang sama: sesuatu yang dilakukan sekarang untuk dituai nanti. Ayat ini menyambungkan perumpamaan tentang ladang dengan gagasan tentang persiapan menghadapi pertemuan yang disebut sesudahnya, tanpa jeda yang memisahkan keduanya menjadi dua topik yang terpisah.
Ayat ini berpindah dari topik yang sangat pribadi menuju topik yang paling besar, pertemuan dengan Allah, hanya dengan satu huruf penghubung. Perpindahan yang cepat itu menempatkan keduanya dalam satu napas yang sama, bukan sebagai dua perkara yang berjauhan. Penutupnya lalu berpindah sapaan dari banyak orang kepada satu orang, memerintahkan kabar gembira disampaikan, bukan ketentuan lebih lanjut, seolah topik yang tadinya paling pribadi berujung pada sesuatu yang justru layak diumumkan.
Renungan dan Hikmah
- Perumpamaan yang dipakai ayat ini menggunakan kata yang sudah muncul dua kali sebelumnya di surah yang sama, dalam arti yang harfiah. Pembaca yang sampai di ayat ini sudah membawa gambar tentang ladang yang diairi dan ladang yang dirusak sebelum bertemu perumpamaan ini. Sebuah kata yang dipanggil kembali dari tempat lain membawa serta jejak pemakaian sebelumnya, dan jejak itu tentang sesuatu yang perlu dirawat, bukan sekadar dimanfaatkan sesukanya. Rangkaian selengkapnya (حَرْثٌ لَكُمْ) muncul satu kali saja di seluruh Al-Qur'an. Perumpamaan yang paling sering diperdebatkan orang di surah ini ternyata dinyatakan dengan kata yang tidak dipakai lagi di mana pun dalam bentuk ini. Apa yang dituntut sebuah gambaran yang tidak punya pembanding? Ia menuntut dibaca dari keterangan yang menyertainya sendiri, dan keterangan itu ada di kalimat berikutnya, yaitu perintah mendahulukan sesuatu untuk diri sendiri.
- Kata yang menandai kebebasan cara di ayat ini tidak berdiri sendiri; ia melekat pada perumpamaan ladang yang menyertainya. Sebuah ladang, betapa pun bebas caranya digarap, tetap punya musim dan tetap punya batas yang menjaga keberlangsungannya. Kebebasan yang disebut ayat ini bukan kebebasan tanpa bentuk, melainkan kebebasan di dalam sebuah hubungan yang perumpamaannya sendiri sudah menyiratkan perlunya perawatan dan kesinambungan.
- Perintah mengirimkan sesuatu lebih dulu bagi diri sendiri berdiri tepat sesudah perumpamaan tentang menanam, dan keduanya berbagi gagasan yang sama tentang waktu. Apa yang dilakukan sekarang bukan sekadar peristiwa yang berdiri sendiri; ia punya akibat yang baru terlihat kemudian. Susunan ayat ini menaruh kesadaran akan waktu tepat di tengah topik yang paling pribadi, mengingatkan bahwa perbuatan hari ini menyambung ke sesuatu yang akan dituai nanti.
- Ayat ini berpindah dari perkara yang paling pribadi menuju pertemuan dengan Allah hanya dengan satu kata penghubung, tanpa jeda yang memisahkan keduanya menjadi dua dunia yang terpisah. Susunan itu menyiratkan bahwa tidak ada wilayah kehidupan yang berdiri di luar jangkauan kesadaran akan pertemuan itu. Pembaca yang membayangkan kesadaran akan Allah hanya relevan pada momen-momen yang tampak sakral menemukan di sini ayat yang menempatkannya berdampingan dengan momen yang paling pribadi sekalipun.
- Sepanjang ayat ini, yang disapa adalah banyak orang, dengan kata ganti kalian yang berulang. Pada kalimat terakhir, sapaan berpindah kepada satu orang, sebuah perintah untuk menyampaikan kabar gembira. Pembaca yang mengikuti seluruh ayat sebagai sapaan kepada dirinya sendiri menemukan penutupnya justru berpindah kepada orang lain, seolah topik yang tadinya sangat pribadi berakhir pada tugas yang harus disampaikan keluar, bukan disimpan sendiri.
- Perintah terakhir ayat ini bukan perintah menambah aturan, melainkan perintah menyampaikan kabar gembira. Sesudah menyebut perumpamaan, persiapan, dan pertemuan yang pasti, ayat ini tidak menutup dengan ancaman atau rincian tambahan; ia menutup dengan kegembiraan yang harus disampaikan. Pembaca yang menduga sebuah ayat tentang hubungan pribadi dan pertemuan dengan Allah akan berakhir dengan nada berat menemukan penutup yang justru mengarah pada kabar baik.