فَإِنْ خِفْتُمْ فَرِجَالًا أَوْ رُكْبَانًا ۖ فَإِذَا أَمِنْتُمْ فَاذْكُرُوا اللَّهَ كَمَا عَلَّمَكُمْ مَا لَمْ تَكُونُوا تَعْلَمُونَ
Maka jika kalian takut, dengan berjalan kaki atau berkendaraan. Maka apabila kalian telah aman, ingatlah Allah sebagaimana Dia telah mengajarkan kepada kalian apa yang tidak kalian ketahui.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَإِنْ خِفْتُمْ فَرِجَالًا أَوْ رُكْبَانًاfa-in khiftum fa-rijaalan aw rukbaananmaka jika kalian takut, dengan berjalan kaki atau berkendaraan
- فَإِذَا أَمِنْتُمْ فَاذْكُرُوا اللَّهَ كَمَا عَلَّمَكُمْ مَا لَمْ تَكُونُوا تَعْلَمُونَfa-idzaa amintum fa-dzkuruu llaaha kamaa allamakum maa lam takuunuu ta'lamuunamaka apabila kalian telah aman, ingatlah Allah sebagaimana Dia telah mengajarkan kepada kalian apa yang tidak kalian ketahui
Catatan pilihan kata (ringkas)
C3 passthrough: kata-kata akar -l-m di ayat ini (mengetahui/ilmu/mengajarkan/lebih-mengetahui) mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras;: kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian (kelas morfologi corpus: murni-2MP); lem catatan kaki dibuang bila ada. Konvensi lm: C1 aliim diterjemahkan 'berilmu', C2 aalamiin diterjemahkan 'seisi alam', C3 verba/nomina = passthrough terjemahan lain (selaras). Lih..
Aplikasi
Kelonggaran salat 'sambil berjalan atau berkendara' saat takut menunjukkan bahwa komitmen terarah tidak berhenti karena kondisi darurat, bentuknya menyesuaikan, esensinya tetap. Konkretnya: menjaga komitmen inti (spiritual, etis, profesional) tetap mungkin dilakukan bahkan dalam kondisi darurat/krisis, dengan penyesuaian bentuk, ketidaksempurnaan kondisi bukan alasan untuk sepenuhnya meninggalkan komitmen.