أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ خَرَجُوا مِنْ دِيَارِهِمْ وَهُمْ أُلُوفٌ حَذَرَ الْمَوْتِ فَقَالَ لَهُمُ اللَّهُ مُوتُوا ثُمَّ أَحْيَاهُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَذُو فَضْلٍ عَلَى النَّاسِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَشْكُرُونَ

Tidakkah engkau memperhatikan orang-orang yang keluar dari kampung halaman mereka, sedangkan mereka beribu-ribu, karena takut mati? Maka Allah berfirman kepada mereka, “Matilah kalian,” kemudian Dia menghidupkan mereka. Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyai karunia atas manusia, tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ خَرَجُوا مِنْ دِيَارِهِمْ وَهُمْ أُلُوفٌ حَذَرَ الْمَوْتِ فَقَالَ لَهُمُ اللَّهُ مُوتُوا ثُمَّ أَحْيَاهُمْa-lam tara ilaa lladziina kharajuu min diyaarihim wa-hum uluufun hadzara l-mawti fa-qaala lahumu llaahu muutuu tsumma ahyaahumtidakkah engkau memperhatikan orang-orang yang keluar dari kampung halaman mereka, sedangkan mereka beribu-ribu, karena takut mati? Maka Allah berfirman kepada mereka, matilah kalian, kemudian Dia menghidupkan mereka
  2. إِنَّ اللَّهَ لَذُو فَضْلٍ عَلَى النَّاسِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَشْكُرُونَinna llaaha la-dzuu fadlin alaa n-naasi wa-laakinna aktsara n-naasi laa yashkuruunasesungguhnya Allah benar-benar mempunyai karunia atas manusia, tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur
Catatan pilihan kata (ringkas)

a-lam TARA 2MS diterjemahkan 'Tidakkah ENGKAU memperhatikan'; muutuu 2MP diterjemahkan 'Matilah KALIAN'. Konvensi shkr: manusia diterjemahkan 'bersyukur' (tanpa penanda intensitas; contoh serupa ghaffaar), Allah diterjemahkan 'mengganjar'/'pengganjar' (6 ayat, SEMUA indefinit diterjemahkan kecil tanpa 'Maha'), masykuur diterjemahkan 'diganjar'. Pembeda: 76:22 jazaa'≠mashkuur sesisian; 'menerima' milik akar q-b-l, 'menyambut' milik akar t-w-b; antonim kufr (76:3, 14:7, 27:40). Lih.. sebagian penerjemah: 'Hast thou not considered1 those who went forth2 from their habitations in their thousands,3 fearing death? And God said to them: “Die”; then gave He them life. Antonim resmi kufr ('contr. of kufraan') = menutupi (nikmat).

Aplikasi

Kisah orang-orang yang lari dari kematian namun tetap 'dimatikan' lalu dihidupkan kembali menunjukkan kesia-siaan menghindari takdir lewat pelarian fisik semata, namun ditutup dengan kritik pada kurangnya syukur, bukan pada usaha menghindarinya. Konkretnya: menghindari risiko secara berlebihan (karena takut) tidak menjamin keselamatan dari apa yang ditakutkan, fokus yang lebih produktif adalah bersyukur atas kesempatan hidup yang diberikan, bukan hidup dalam ketakutan permanen.