وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ أَرِنِي كَيْفَ تُحْيِي الْمَوْتَىٰ ۖ قَالَ أَوَلَمْ تُؤْمِنْ ۖ قَالَ بَلَىٰ وَلَٰكِنْ لِيَطْمَئِنَّ قَلْبِي ۖ قَالَ فَخُذْ أَرْبَعَةً مِنَ الطَّيْرِ فَصُرْهُنَّ إِلَيْكَ ثُمَّ اجْعَلْ عَلَىٰ كُلِّ جَبَلٍ مِنْهُنَّ جُزْءًا ثُمَّ ادْعُهُنَّ يَأْتِينَكَ سَعْيًا ۚ وَاعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Dan ketika Ibrahim berkata, “Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang mati.” Dia berkata, “Belum percayakah engkau?” Ia berkata, “Percaya, tetapi agar hatiku tenang.” Dia berkata, “Kalau begitu ambillah empat ekor burung, lalu dekatkanlah kepadamu, kemudian letakkanlah di atas setiap gunung satu bagian dari tiap-tiap burung, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera.” Dan ketahuilah bahwa Allah digdaya lagi penuh hikmah.

Terjemahan bertahap (5 jeda)
  1. وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ أَرِنِي كَيْفَ تُحْيِي الْمَوْتَىٰwa-idz qaala ibraahiimu rabbi arinii kayfa tuhyii l-mawtaadan ketika Ibrahim berkata, Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang mati
  2. قَالَ أَوَلَمْ تُؤْمِنْqaala a-wa-lam tu'minDia berkata, belum percayakah engkau
  3. قَالَ بَلَىٰ وَلَٰكِنْ لِيَطْمَئِنَّ قَلْبِيqaala balaa wa-laakin li-yatma'inna qalbiiia berkata, percaya, tetapi agar hatiku tenang
  4. قَالَ فَخُذْ أَرْبَعَةً مِنَ الطَّيْرِ فَصُرْهُنَّ إِلَيْكَ ثُمَّ اجْعَلْ عَلَىٰ كُلِّ جَبَلٍ مِنْهُنَّ جُزْءًا ثُمَّ ادْعُهُنَّ يَأْتِينَكَ سَعْيًاqaala fa-khudz arba'atan mina t-tayri fa-surhunna ilayka tsumma j'al alaa kulli jabalin minhunna juz'an tsumma d'uhunna ya'tiinaka sa'yanDia berkata, kalau begitu ambillah empat ekor burung, lalu dekatkanlah kepadamu, kemudian letakkanlah di atas setiap gunung satu bagian dari tiap-tiap burung, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera
  5. وَاعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌwa-lam anna llaaha aziizun hakiimundan ketahuilah bahwa Allah digdaya lagi penuh hikmah
Catatan pilihan kata (ringkas)

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain: sebutan perkasa diterjemahkan 'digdaya' (indefinit corpus, tanpa 'Maha'); pasangan formula (hakiim/'aliim/hamiid dst.) belum dibedah, rendering terjemahan lain-nya dipertahankan sementara. Konvensi zz: al-'Aziiz TAKRIF diterjemahkan 'Sang Digdaya' (KBBI: 'tidak terkalahkan'), indefinit diterjemahkan 'digdaya' (tanpa Maha), izzah diterjemahkan 'kedigdayaan' (satu kata, uji ayat argumen 35:10, 4:139, 10:65, 63:8), gelar Mesir diterjemahkan 'al-'Aziiz'. Pembeda in-formula: qawiyyun aziiz 7× (≠'kuat'), aziizin muqtadir 54:42 (≠'kuasa'), al-'aziiz al-jabbaar 59:23. Cabang alaa: 9:128 'berat terasa', 14:20/35:17 'tidak sulit'. Antonim internal: izz⟷dhull (3:26, 63:8, 27:34). Lih.. sebagian penerjemah: 'And when Abraham said: “My Lord, show Thou me how Thou wilt give life to the dead,” He said: “Dost thou not believe?” Said he: “Verily,1 but that my heart should be at rest.” He said: “Take thou four birds, and cause thou them to incline to thee; then place thou a part of them2 upon each hill; then call thou to them, they will come to thee in haste. Glos ilahi (Zajjaaj, 2032): al-'Aziiz = 'He who resists, or withstands, so that NOTHING OVERCOMES HIM'; jg 'The Incomparable'. Gelar raja Mesir (2032): 'a surname; like Qaysar'.

Aplikasi

Permintaan Ibrahim untuk 'melihat bagaimana' kebangkitan terjadi (meski dia sudah beriman) dijawab bukan dengan teguran, melainkan dipenuhi, 'agar hatiku tenang' adalah motif yang sah bahkan bagi yang sudah percaya. Konkretnya: mencari pemahaman lebih dalam atau bukti tambahan untuk menenangkan hati, meski sudah memiliki keyakinan dasar, adalah kebutuhan yang sah dan tidak menunjukkan kekurangan iman, keingintahuan intelektual dan keyakinan bisa berjalan bersama.