مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ
Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, seperti perumpamaan sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Dan Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah luas lagi berilmu.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍmatsalu lladziina yunfiquuna amwaalahum fii sabiili llaahi ka-matsali habbatin anbatat sab'a sanaabila fii kulli sunbulatin mi'atu habbatinperumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, seperti perumpamaan sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji
- وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُwa-llaahu yudhaa'ifu li-man yasyaa'udan Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki
- وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌwa-llaahu waasi'un 'aliimundan Allah luas lagi berilmu
Terjemahan per kata (24 kata)
- مَثَلُmatsaluperumpamaan
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- يُنْفِقُونَyunfiquunamenginfakkan
- أَمْوَالَهُمْamwaalahumharta mereka
- فِيfiidi
- سَبِيلِsabiilijalan
- اللَّهِllaahiAllah
- كَمَثَلِka-matsaliseperti perumpamaan
- حَبَّةٍhabbatinbiji
- أَنْبَتَتْanbatatmenumbuhkan
- سَبْعَsab'atujuh
- سَنَابِلَsanaabilabulir
- فِيfiipada
- كُلِّkullisegala
- سُنْبُلَةٍsunbulatinbulir
- مِائَةُmi'atuseratus
- حَبَّةٍhabbatinbiji
- وَاللَّهُwa-llaahudan Allah
- يُضَاعِفُyudhaa'ifumelipatgandakan
- لِمَنْli-manbagi siapa yang
- يَشَاءُyasyaa'uDia kehendaki
- وَاللَّهُwa-llaahudan Allah
- وَاسِعٌwaasi'unMahaluas
- عَلِيمٌ'aliimunberilmu
Inti bacaan
Metafora sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai berisi seratus biji (perkalian 700x) untuk infak menggambarkan pelipatgandaan yang jauh melampaui logika transaksi biasa. Konkretnya: kedermawanan yang tulus punya potensi dampak berlipat ganda yang tidak selalu terlihat langsung, investasi dalam kebaikan (waktu, tenaga, sumber daya) sering menghasilkan efek berantai yang jauh melampaui perhitungan linear sederhana.
Tafsiran
Perumpamaan ini membandingkan sedekah dengan pertumbuhan biologis yang berlipat ganda secara alami: satu biji menjadi tujuh ratus tanpa usaha tambahan dari si penabur setelah menanam. Penekanan pada 'siapa yang Dia kehendaki' mengingatkan bahwa pelipatgandaan ini bukan formula matematis otomatis, melainkan tetap berada dalam kehendak Allah.
Renungan dan Hikmah
- Allah tidak berkata pahalanya banyak; Dia merinci tujuh tangkai, tiap tangkai seratus biji. Angkanya bisa dihitung. Sesuatu yang dirinci sampai ke bilangannya terasa jauh lebih nyata daripada janji yang cuma disebut besar.
- Yang dijadikan pangkal cuma sebutir biji. Bukan sekarung. Perbandingan itu menempatkan yang memberi sedikit pada posisi yang sama dengan yang memberi banyak, sebab keduanya bermula dari satu butir di tangan.
- Allah menutup dengan menyebut Dia melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki. Angka tadi ternyata bukan batas. Perumpamaan yang sudah begitu besar masih dibiarkan terbuka di ujungnya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
sebutan pasangan yang belum dibedah dipertahankan sementara. Konvensi lm-C1: aliim diterjemahkan 'berilmu' (SATU terjemahan Allah+manusia; takrif diterjemahkan 'Sang Berilmu', indefinit kecil tanpa Maha; berobjek diterjemahkan 'berilmu akan X'); allaam diterjemahkan 'berilmu akan segala yang gaib'; aalim+objek diterjemahkan 'yang mengetahui yang gaib' (lema beda, bukan pembelahan). Bandingkan: penyihir Fir'aun aliim 5×; 12:76. allaam = intensif ganda ('utmost degree'); ilm = pengetahuan (kata serapan 'ilmu').