قَوْلٌ مَعْرُوفٌ وَمَغْفِرَةٌ خَيْرٌ مِنْ صَدَقَةٍ يَتْبَعُهَا أَذًى ۗ وَاللَّهُ غَنِيٌّ حَلِيمٌ

Perkataan yang baik dan pemberian maaf itu lebih baik daripada sedekah yang diiringi tindakan yang menyakiti. Dan Allah berkecukupan lagi penahan murka.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. قَوْلٌ مَعْرُوفٌ وَمَغْفِرَةٌ خَيْرٌ مِنْ صَدَقَةٍ يَتْبَعُهَا أَذًىqawlun ma'ruufun wa-maghfiratun khayrun min shadaqatin yatba'uhaa adzanperkataan yang baik dan pemberian maaf itu lebih baik daripada sedekah yang diiringi tindakan yang menyakiti
  2. وَاللَّهُ غَنِيٌّ حَلِيمٌwa-llaahu ghaniyyun haliimundan Allah berkecukupan lagi penahan murka

Terjemahan per kata (11 kata)

  1. قَوْلٌqawlunperkataan
  2. مَعْرُوفٌma'ruufunyang baik
  3. وَمَغْفِرَةٌwa-maghfiratundan ampunan
  4. خَيْرٌkhayrunlebih baik
  5. مِنْmindari
  6. صَدَقَةٍshadaqatinsedekah
  7. يَتْبَعُهَاyatba'uhaamengiringinya
  8. أَذًىadzangangguan
  9. وَاللَّهُwa-llaahudan Allah
  10. غَنِيٌّghaniyyunMahakaya
  11. حَلِيمٌhaliimunpenyantun

Inti bacaan

Perbandingan eksplisit: 'perkataan yang baik dan pemaafan lebih baik daripada sedekah yang diiringi tindakan menyakiti', kata-kata baik tanpa materi bisa lebih bernilai daripada pemberian materi yang disertai sikap buruk. Konkretnya: ketika tidak mampu memberi secara materi, respons yang baik dan pemaafan tetap punya nilai tinggi, kebaikan tidak selalu diukur dari besarnya materi yang diberikan.

Penjelasan pilihan kata

'Ghaniyyun haliimun'→'berkecukupan lagi penahan murka' frasa persis ini dipakai luas di seluruh teks: 'haliim' sengaja dibedakan dari 'penyantun' (facet berbeda dari ra'uuf), menandai penundaan pembalasan meski berkuasa penuh membalas.

Tafsiran

Ayat ini menegaskan bahwa perkataan baik dan pemaafan bisa lebih bernilai daripada sedekah yang disertai kata-kata menyakitkan: kebaikan yang disampaikan tanpa merusak martabat penerima lebih diutamakan daripada pemberian yang justru melukai. Penutup ayat tentang kecukupan dan penundaan murka Allah menegaskan bahwa Dia tidak membutuhkan sedekah manusia, sehingga cara memberi menjadi soal yang berpulang sepenuhnya pada pemberi.

Renungan dan Hikmah

  • Yang dibandingkan bukan sedekah besar dengan sedekah kecil, melainkan perkataan yang baik dengan sedekah yang menyakiti. Artinya orang yang tak punya apa pun tetap memegang sesuatu yang oleh Allah dinilai lebih baik daripada pemberian bermateri. Yang paling mahal di ayat ini justru yang tak berharga sepeser pun.
  • Penutupnya menyebut Allah berkecukupan lagi penahan murka, dan nama kedua itu dipilih dengan tepat. Ayat ini membicarakan orang yang memberi lalu menyakiti, dan Yang menyaksikannya digambarkan sebagai Yang menahan pembalasan meski penuh kuasa membalasnya. Sifat itu sekaligus penjelasan kenapa orang semacam itu masih dibiarkan berjalan.
  • Allah disebut berkecukupan, jadi sedekah manusia tak menambah apa pun bagi-Nya. Kalau yang diberikan bukan yang dibutuhkan, maka yang tersisa untuk dinilai tinggal caranya. Itulah yang membuat sikap saat memberi bukan pelengkap, melainkan justru inti perkaranya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(atau varian, LIMA terjemahan utk satu lema: Maha Penyantun/penyantun/sangat penyantun/sangat lembut/sangat santun). Dua cacat: (a) 'Maha'+kapital tanpa dasar, corpus INDEFINIT; (b) 'penyantun' salah kata: KBBI VI, nomina 'penyantun' = 'orang sopan/suka menaruh belas kasihan/suka menolong/dewan pelindung', makna 'sabar dan tenang' (yang ada di adjektiva santun¹) HILANG pada turunannya, jebakan derivasi persis 'welas asih'; indra belas-kasihan/ menolong juga menabrak wilayah ra'uuf ('iba'). terjemahan ini: 'penahan murka'. haliim dipakai utk MANUSIA 4× (Ibrahim 9:114 & 11:75; anak/ Ismail 37:101 'ghulaamin haliim'; Syu'aib 11:87) diterjemahkan SIFAT, bukan nama (pola rahiim/ ra'uuf). sebagian penerjemah 'clement' 15/15. hilm ≠ sabr (menahan-balasan vs menanggung-derita) ≠ ra'fah (perasaan iba) ≠ santun (adab). Rumus: ghafuurun haliim 6×; aliimun haliim 3×. Corpus: haliim INDEFINIT di ayat ini (14/15 kemunculan indefinit, termasuk SEMUA yang tentang Allah). Konteks pengunci: 2:225 (tak menghukum keseleo sumpah), 35:41 (MENAHAN langit-bumi agar tak lenyap).